Memang, usia sekolah dasar adalah fase krusial. Kemampuan membedakan mana dunia nyata dan mana fantasi belum sepenuhnya matang. Kontrol emosi pun masih labil. Dalam kondisi seperti itu, paparan konten agresif di ruang digital bisa berisiko tinggi. Anak jadi rentan meniru.
Lalu, solusinya apa? Dave menekankan, pengawasan ketat dari orang tua mutlak diperlukan. Namun, itu saja tidak cukup.
"Komisi I DPR RI menekankan pentingnya penguatan literasi digital sejak dini," ujarnya. "Pendidikan di sekolah harus memberi bekal yang jelas mengenai cara berinteraksi dengan dunia digital, termasuk pemahaman tentang kesehatan mental dan regulasi emosi."
Intinya, kita butuh strategi ganda. Pengawasan di rumah, dan edukasi yang sistematis di sekolah. Agar hiburan tetap jadi hiburan, tanpa berubah menjadi mimpi buruk.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan