Kota itu langsung menyatakan hari berkabung resmi. Semua acara publik dibatalkan. Alasannya sederhana namun menyentuh: tidak ada seorang pun di Alhaurin el Grande yang punya hati untuk merayakan apa pun saat ini.
Di sisi lain, musibah ini kembali mengingatkan betapa rentannya Spanyol terhadap perubahan iklim. Negara ini memang kerap dilanda gelombang panas yang makin panjang. Tapi di saat bersamaan, hujan lebat ekstrem juga datang lebih sering. Polanya jadi tak menentu.
Puncaknya terjadi pada Oktober 2024 silam. Banjir besar waktu itu merenggut lebih dari 230 nyawa. Sebagian besar korban berjatuhan di wilayah timur Valencia. Dan kini, air kembali menorehkan duka.
Artikel Terkait
Atletico Hancurkan Barcelona 2-0 di Camp Nou, Tuan Rumah Terancam Tersingkir
PSG Kalahkan Liverpool 2-0, Kokohkan Posisi Jelang Leg Kedua
Harga Emas Perhiasan Tembus Rp2,4 Juta per Gram pada 9 April 2026
Kisah Mardi Rambo dan Pengorbanan Prajurit Garuda di Medan Perdamaian