Panglima TNI Tegaskan Akan Tindak Tegas Provokator di Tengah Pemulihan Bencana Aceh

- Senin, 29 Desember 2025 | 13:05 WIB
Panglima TNI Tegaskan Akan Tindak Tegas Provokator di Tengah Pemulihan Bencana Aceh

Video prajurit TNI membubarkan kerumunan massa di Lhokseumawe sempat ramai jadi perbincangan. Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, akhirnya angkat bicara. Dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025), ia menegaskan pihaknya tak akan segan menindak tegas kelompok provokator yang mengganggu upaya pemulihan bencana di Aceh.

"TNI dan semua kementerian/lembaga, dan masyarakat, sedang bekerja membantu percepatan pemulihan akibat bencana alam," ujar Agus.

Ia berharap aksi provokatif di tengah situasi sulit seperti ini tidak terulang. "Saya harapkan tidak ada kelompok-kelompok yang memprovokasi, yang mengganggu, proses tersebut. Saya akan tindak tegas kalau ada kelompok-kelompok seperti itu," tegasnya.

Pernyataan itu bukan tanpa sebab. Aksi massa yang berlangsung dari Kamis (25/12) pagi hingga Jumat (26/12) dini hari itu memang menimbulkan ketegangan. Sejumlah peserta aksi terlihat mengibarkan bendera bulan bintang simbol yang lekat dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Tak cuma itu, ada juga yang membawa senjata api dan rencong.

Menurut Kapuspen Mabes TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, tindakan semacam ini jelas berpotensi memancing reaksi dan mengacaukan ketertiban. Apalagi, Aceh sedang fokus pada pemulihan pascabencana.

"TNI menegaskan bahwa pelarangan pengibaran bendera bulan bintang didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku karena simbol tersebut diidentikkan dengan gerakan separatis yang bertentangan dengan kedaulatan NKRI," jelas Freddy, seperti dilansir Antara, Sabtu (27/12).

Aturan hukumnya sendiri cukup jelas. Hal ini diatur dalam Pasal 106 dan 107 KUHP, Pasal 24 huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, serta Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007. Intinya, situasi di lapangan sudah ditangani, dan peringatan keras dari pimpinan TNI sudah disampaikan. Mereka ingin fokus pada hal yang lebih mendesak: membantu Aceh bangkit.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar