Jair Bolsonaro kembali harus berurusan dengan dokter. Mantan presiden Brasil itu menjalani prosedur medis lagi, kali ini untuk menangani cegukan yang tak kunjung berhenti dan sudah mengganggunya berbulan-bulan. Kondisi ini dialaminya di tengah hukuman penjara 27 tahun akibat kasus percobaan kudeta. Saat ini, Bolsonaro dirawat di Rumah Sakit DF Star, Brasilia, bukan hanya untuk cegukan, tapi juga baru saja menjalani operasi hernia inguinalis.
Operasi hernia-nya berlangsung pada Kamis lalu. Menurut laporan, semuanya berjalan mulus. Namun begitu, Bolsonaro tetap harus tinggal di rumah sakit beberapa hari untuk pemulihan dan observasi lebih lanjut. Nah, selama masa perawatan inilah, tim dokter memutuskan untuk menangani masalah cegukan kronisnya.
Mereka memilih melakukan blok anestesi pada saraf frenikus saraf yang mengendalikan diafragma. Tujuannya jelas: menghentikan cegukan yang sudah jadi pengganggu setia itu.
Dr. Claudio Birolini, salah satu dokter yang menanganinya, menjelaskan prosedurnya kepada awak media. Kata dia, timnya mencari posisi saraf menggunakan ultrasound, lalu menyuntikkan obat analgesik lokal.
"Berjalan lancar," timpal dokter lain, Mateus Saldanha, menegaskan.
Birolini menambahkan, prosesnya memakan waktu kira-kira satu jam. "Ini bukan operasi," jelasnya, "tidak ada sayatan sama sekali."
Untuk tahap awal, sisi kanan sarafnya sudah ditangani pada Sabtu. Rencananya, prosedur serupa untuk sisi kiri akan dilakukan pada Senin.
Perjuangan Sembilan Bulan Melawan Cegukan
Betapa tersiksanya Bolsonaro digambarkan sendiri oleh istrinya, Michelle. Lewat sebuah unggahan di Instagram pada hari Sabtu, Michelle mengungkapkan suaminya sudah berjuang melawan cegukan ini selama sembilan bulan lamanya.
"Kekasihku baru saja pergi ke pusat bedah untuk menjalani blokade saraf frenikus," tulis mantan ibu negara itu.
"Sudah sembilan bulan berjuang dan menderita dengan hambatan harian," keluhnya.
Masalah kesehatan ini seolah menjadi tambahan derita bagi Bolsonaro. Perlu diingat, politikus berhaluan kanan yang memimpin Brasil dari 2019 hingga 2022 ini punya riwayat kesehatan yang rumit. Dia masih merasakan dampak dari tikaman yang diterimanya di perut saat kampanye 2018 silam insiden yang telah membuatnya menjalani sejumlah operasi besar berturut-turut. Kini, di balik jeruji, cegukan yang tak biasa itu menjadi tantangan barunya.
Artikel Terkait
Istri Ayah Bupati Bekasi Nonaktif Diperiksa KPK Terkait Kasus Ijon Rp9,5 Miliar
Dua Dusun di Tegal Ditetapkan Zona Merah Akibat Tanah Bergerak
Ratusan Guru PPPK Paruh Waktu Tulungagung Protes Penghasilan Minim ke DPRD
Gowa Tetapkan Jumat Sebagai Hari Bersih-Bersih Serentak Ikuti Arahan Presiden