"Ya gimana, panggilan aja bang. Kalau ada acara gitu, CFD begini, ya kita ikut partisipasi juga kalau emang dibutuhin gitu," ucapnya sambil tersenyum.
Bagi MURIANETWORK.COM, ini bukan sekadar tampil. Dia punya alasan yang lebih dalam. Keinginannya sederhana: melestarikan warisan budaya leluhur sebelum benar-benar punah ditelan zaman.
"Ya kita sih emang buat mempertahankan gitu bang, kebudayaan. Sebab kan kalau emang kita lihat di zaman sekarang ini ya, mana mau sih ya gitu ya anak-anak jaman sekarang main Tanjidor kayak gini," keluhnya.
Harapannya jelas, agar kesenian ini tetap mendapat tempat di hati masyarakat. Sementara di sekelilingnya, CFD terus berlangsung dengan gegap gempitanya sendiri sebuah perpaduan antara tradisi dan gaya hidup modern yang terjadi di jantung ibu kota.
Artikel Terkait
Hujan dan Angin Kencang di Bandung Tewaskan Satu Orang, 33 Pohon Tumbang
Tiga Dapur Makanan Bergizi Gratis di Kaimana Ditutup Sementara Gara-gara IPAL Tak Standar
Sistem Kesehatan Lebanon Selatan Kolaps di Tengah Serangan Israel
Sari Roti Ekspansi ke Industri Pakan Ternak, Manfaatkan Roti Sisa Produksi