Selain itu, ada satu titik lain yang juga ramai.
"Yang kedua adalah di Simpang Megamendung, yang mana memang destinasi vila maupun wisata alamnya ada di seputar daerah Megamendung," ucap Ardian Novianto.
Ya, kawasan Megamendung memang magnet wisata. Banyak pengunjung yang memilih menginap di vila-vila atau sekadar menikmati hawa sejuk malam hari di sana. Alhasil, volume kendaraan yang menuju dan keluar dari lokasi wisata turut andil dalam menambah kepadatan. Kemacetan malam ini, singkatnya, adalah gabungan dari masalah infrastruktur dan tingginya minat wisatawan.
Artikel Terkait
SBY Usulkan Penarikan atau Pemindahan Pasukan UNIFIL Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Inter Milan Hajar AS Roma 5-2, Kokohkan Puncak Klasemen Serie A
Pemprov DKI Turunkan Baliho Kontroversial Aku Harus Mati Usai Protes Warga
Analis OJK Soroti Biaya Perang Global dan Dampak Fiskal ke Indonesia