Angka korban bencana di tiga provinsi itu kembali bergerak naik. Menurut laporan terbaru dari BNPB, korban jiwa kini bertambah satu orang, sehingga totalnya mencapai 1.138 orang. Sungguh angka yang memilukan.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, pada Sabtu lalu.
"Ada kenaikan jumlah korban jiwa menjadi 1.138. Doa dan simpati mendalam kami sampaikan kepada keluarga korban," ujarnya.
Namun begitu, kabar duka ini belum berakhir. Pencarian masih berlangsung dengan intens. Abdul Muhari menyebut, hingga saat ini masih ada 163 orang yang tercatat hilang. Tim SAR di lapangan tak henti berupaya, meski kondisi medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri.
"Hilang ada 163 jiwa. Pencarian masih terus dilakukan dan Tim SAR menyampaikan masih ada jasad di lokasi permukiman," tambahnya.
Kalau kita lihat rincian datanya, Aceh masih menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Di sana, korban meninggal tercatat 511 orang, dengan 31 orang hilang. Jumlah pengungsinya pun luar biasa besar: hampir 430 ribu orang.
Di Sumatera Utara, situasinya tak kalah suram. Sebanyak 365 orang meninggal, 60 hilang, dan lebih dari sepuluh ribu orang terpaksa mengungsi.
Sementara itu, di Sumatera Barat, angka korban meninggal mencapai 262 orang. Yang masih dicari ada 72 orang, sementara pengungsi yang terdampak hampir menyentuh angka sepuluh ribu.
Data-data ini, di luar sekadar angka statistik, menggambarkan betapa dahsyatnya dampak bencana ini. Pekerjaan tim penyelamat masih sangat panjang, dan dukungan bagi para pengungsi jelas masih sangat dibutuhkan.
Artikel Terkait
Jokowi Penuhi Panggilan Penyidik di Solo untuk Keterangan Tambahan
Pindad Maung MV1 dan MV2 Pamer Kemampuan di IIMS 2026
Pasar Jaya Revitalisasi 21 Pasar dan Bangun 24 TPS Jelang Ramadan
Polisi Selidiki Pembongkaran Mata Kucing di Underpass Cawang