Arab Saudi punya pesan keras untuk kelompok separatis di Yaman. Intinya, mereka bakal berdiri tegak mendukung pemerintah Yaman jika konfrontasi militer terjadi. Tapi, ada juga ajakan untuk mundur dengan cara damai dari wilayah-wilayah yang baru saja direbut.
Seruan ini muncul Sabtu lalu, tepat sehari setelah sejumlah laporan menyebut pesawat Saudi menyerang posisi separatis di Provinsi Hadramawt. Jadi, situasinya memang lagi panas.
Jenderal Turki al-Malki, yang jadi juru bicara koalisi pimpinan Saudi, menegaskan sikap mereka. Lewat kantor berita resmi SPA, dia bilang koalisi siap bertindak langsung dan pada waktu yang tepat. Tujuannya jelas: melindungi warga sipil.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Saudi, Khalid bin Salman, juga angkat bicara. Lewat unggahan di media sosial X, dia mendesak pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) untuk menyerahkan dua provinsi regional itu kembali ke pemerintah Yaman. Syaratnya, harus secara damai.
Namun begitu, ancaman Saudi ini sepertinya belum bikin gentar kelompok separatis STC. Sehari sebelumnya, tepatnya Jumat, mereka sudah mengeluarkan peringatan. Intinya, mereka tetap akan bertahan meski serangan udara Saudi menghantam posisi mereka. Ini jadi eskalasi terbaru sejak mereka mulai merebut wilayah bulan lalu.
Soal serangan terakhir itu, kabar baiknya belum ada laporan korban jiwa. Tapi dampak politiknya sudah terasa.
Gerakan STC, yang didukung Uni Emirat Arab, memang lagi agresif belakangan ini. Mereka punya cita-cita menghidupkan lagi negara Yaman Selatan yang dulu merdeka. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka berhasil menguasai sejumlah wilayah, dan ini bikin banyak pihak memperhatikan.
Menurut pengamatan para ahli, keberhasilan STC ini ibarat tamparan untuk Arab Saudi. Sebagai kekuatan regional dominan dan pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui dunia, situasi ini jelas mempermalukan. Peta kekuatan di Yaman kembali berubah, dan Saudi harus memikirkan langkah berikutnya.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat, 13 Februari 2026
Presiden Prabowo Resmikan 1.179 Sentra Pangan dan Gizi Polri di Jakarta
Erdogan Desak Negara OKI Percepat Integrasi Transportasi untuk Dongkrak Ekonomi
Pesawat Smart Air Ditembak di Papua, Dua Pilot Tewas