Di sisi lain, manajemen punya alasan tersendiri mengapa penjualan tiket diatur ketat. Arnold Kindangen, Manager on Duty JakPro, menjelaskan bahwa sistem utama pembelian dilakukan secara online. Langkah ini diambil bukan tanpa sebab.
"Kita upayakan yang terbaik, registrasi via online. Soalnya, kalau semua dibuka langsung di tempat, situasinya bisa-bisa tidak terkendali," jelas Arnold kepada awak media yang meliput.
Rupanya, kekhawatiran akan membludaknya pengunjung menjadi pertimbangan utama. Setelah sekian lama vakum, euforia masyarakat ternyata melampaui dugaan. Planetarium TIM, dengan segala nostalgia dan daya tarik edukasinya, kembali menjadi pusat perhatian.
Artikel Terkait
Menteri Riefky Sebut Ekonomi Kreatif sebagai Tambang Baru Penggerak Ekonomi
Teras Balongan Jadi Pusat Oleh-Oleh Khas Pesisir untuk Pemudik Indramayu
Mulai Berlaku, Anak di Bawah 16 Tahun Dilarang Buka Media Sosial
Gubernur Sulsel Bahas Kerja Sama dan Stabilitas dengan Pejabat Kuasa Usaha AS