“Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri. Kami minta, untuk sementara, kendaraan sumbu tiga ini jangan dulu masuk tol,” jelasnya lebih lanjut.
“Dengan begitu, keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat di akhir tahun ini benar-benar bisa kita jaga seoptimal mungkin.”
Di sisi lain, ada kabar yang cukup melegakan. Agus menyebut sampai hari ini, tak ada insiden besar yang tercatat selama arus mudik Nataru. Situasinya relatif kondusif. Tapi dia enggan berpuas diri. Harapannya, kondisi aman ini bertahan sampai semua pemudik tiba di rumah masing-masing dengan selamat.
“Laporan kejadian menonjol? Nihil, sampai saat ini. Mari kita jaga bersama agar semuanya tetap aman dan lancar sampai tujuan,” pungkasnya.
Nada waspada masih terasa. Larangan untuk truk tronton dan sejenisnya jelas punya alasan kuat mencegah kemacetan parah dan potensi kecelakaan di saat volume kendaraan membludak. Pelanggaran aturan ini, sekecil apa pun, tetap jadi perhatian serius.
Artikel Terkait
Pemerintah Gandeng Tzu Chi Percepat Pembangunan Huntap Korban Longsor Tapanuli Utara
Korlantas Siapkan Rekayasa One Way di Tol Trans Jawa untuk Antisipasi Puncak Arus Balik
Transjakarta SH2 Catat 19.000 Penumpang Saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
John Herdman Awali Era Baru Timnas Indonesia dengan Target Jangka Panjang Piala Dunia 2030