Antrean kendaraan yang mengular ke rest area Km 57 Tol Jakarta-Cikampek memaksa polisi bersiap siaga. Mereka siap membuka dan menutup akses ke sana sewaktu-waktu. Pasalnya, kepadatan di ruas tol itu sudah mulai mengkhawatirkan.
Menurut data pengelola, kapasitas maksimal tempat istirahat itu cuma sekitar 600 mobil. Nah, sampai Kamis siang tadi, sudah ada sekitar 400 kendaraan memenuhi areanya. Angkanya sudah mendekati batas.
Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah, mengonfirmasi hal ini.
"Kalau kapasitasnya hampir penuh, ya kami terpaksa tutup sementara. Untuk saat ini masih kami pantau, belum kami tutup," ujarnya, seperti dilaporkan Antara, Kamis (25/12/2025).
Fiki juga punya imbauan khusus buat para pemudik. Dia minta waktu istirahat jangan sampai molor. "Cukup 30 menit saja. Biar ada giliran untuk yang lain," katanya.
Supaya aturan ini jalan, personel mobile dikerahkan untuk mengawasi area parkir.
"Tujuannya sederhana, supaya fasilitas ini bisa dinikmati banyak orang, tidak didominasi beberapa kendaraan saja," jelas Fiki.
Di sisi lain, situasi padat ini sebenarnya sudah terlihat sejak pagi. Volume kendaraan melonjak drastis, jauh di atas ambang normal. Makanya, sejak pukul sembilan pagi, rekayasa lalu lintas contraflow satu lajur sudah diberlakukan. Ruasnya membentang dari KM 47 sampai KM 65.
"Data dari dashboard posko kami menunjukkan volume lalu lintas mencapai 5.900 kendaraan per jam. Padahal, batas normalnya cuma 5.500," papar Fiki. "Karena sudah kelewat, contraflow jadi solusi yang diambil."
Menyikapi libur panjang Natal dan Tahun Baru ini, Polres Karawang jelas tidak main-main. Personel disiagakan di titik-titik krusial.
"Kami tempatkan anak buah di titik awal dan akhir contraflow, di pintu masuk rest area, plus beberapa jalur arteri. Intinya, kami berusaha maksimal agar arus tetap lancar dan aman," pungkasnya.
Artikel Terkait
Megawati Raih Doktor Honoris Causa dari Universitas Arab Saudi, Pertama untuk Non-Saudi
Menkeu Purbaya Soroti Manajemen BPJS Kesehatan Usai Penonaktifan 11 Juta Peserta JKN
Xpeng Soroti Dominasi AI di IIMS 2026, Geser Fokus dari Tenaga ke Komputasi
Mensesneg Serukan Peran Pers Sebagai Pilar Kemajuan Bangsa di HPN 2026