Lumpur tebal dan serpihan kayu masih menyelimuti Desa Cane Toa, Gayo Lues, pasca banjir bandang menerjang. Di tengah kondisi itu, terlihat sejumlah anggota kepolisian bahu-membahu dengan warga. Mereka berasal dari Polres setempat, Polsek Rikit Gaib, dan Brimob Polda Aceh. Bersama-sama, mereka mengeruk sisa-sisa bencana yang memenuhi rumah dan jalan desa.
Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, lewat Kabagren Kompol Fiter Bronson, menegaskan kehadiran mereka untuk meringankan beban warga. "Kami hadir untuk membantu meringankan beban masyarakat pascabencana," ujarnya, Kamis lalu.
Hyrowo berharap, dengan kerja bersama ini, lingkungan bisa cepat pulih dan aktivitas warga kembali normal.
Memang, Cane Toa termasuk wilayah yang paling parah terdampak. Aliran bandang meninggalkan endapan lumpur yang luar biasa. Pembersihan pun dilakukan di mana-mana, mulai dari dalam rumah, halaman, hingga akses jalan yang nyaris tertutup material.
Menurut Fiter, aksi ini bukan sekadar kerja bakti. Ini adalah wujud kesiapsiagaan Polri menghadapi bencana alam. Tugas polisi, katanya, tak cuma menjaga keamanan. Tapi juga turun langsung memberikan bantuan kemanusiaan saat dibutuhkan.
Di sisi lain, antisipasi terus dilakukan. Polres Gayo Lues aktif memantau titik-titik rawan bencana lainnya. Personel juga disiagakan penuh untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan yang bisa datang tiba-tiba.
Sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat sendiri terus diperkuat. Tujuannya jelas: penanggulangan bencana yang lebih terpadu ke depannya. "Polri berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat," tambah Fiter. Terutama, dalam situasi darurat dan kemanusiaan seperti ini.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Perpres untuk Hapus Tunggakan dan Denda BPJS Kesehatan Peserta Kelas 3
Upaya Jambret Gagal di Kerobokan Berujung Tewasnya Pengendara
BKSDA Sumbar Amankan 20 Pendaki Ilegal di Gunung Singgalang
Dua Pemuda di Mesuji Ditangkap atas Dugaan Perkosaan Konten Kreator dengan Modus Perbaikan