Kapolda Riau Apresiasi Anjing K9: Pahlawan Tak Bersuara di Garis Depan Bencana

- Rabu, 24 Desember 2025 | 11:05 WIB
Kapolda Riau Apresiasi Anjing K9: Pahlawan Tak Bersuara di Garis Depan Bencana

Dalam sebuah upacara penghargaan di Polda Riau, sorotan justru tertuju pada para anggota yang tak biasa. Mereka adalah anjing pelacak dari unit K9, yang disebut Kapolda Irjen Pol Herry Heryawan sebagai "pahlawan tak bersuara".

Upacara itu sendiri digelar untuk memberikan apresiasi pada ratusan personel, mahasiswa, tim media, hingga driver tangki air yang terlibat dalam penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Namun, pidato Kapolda punya ruang khusus untuk mengingat jasa para anjing yang bekerja di garis depan.

"Mereka adalah pahlawan yang bekerja dalam senyap," ujar Herry Heryawan, Rabu (24/12/2025).

"Tanpa suara, tanpa pamrih, tanpa menuntut balasan."

Menurutnya, ketika bencana melanda, anjing-anjing K9 itu setia membantu pencarian dan evakuasi. Mereka bahkan rela mempertaruhkan nyawa. Dari makhluk inilah, kata Kapolda, kita bisa belajar arti pengabdian dan kesetiaan sejati.

"Tuhan mengajarkan nilai-nilai luhur, bahkan melalui makhluk-Nya yang bekerja tanpa kata," imbuhnya.

Dedikasi satwa itu, tegas Herry, harus menjadi cambuk bagi setiap personel kepolisian. Jika seekor anjing saja mampu berkorban demi tugas dan kemanusiaan, maka sudah seharusnya manusia yang diberi amanah bisa melakukan hal yang sama bahkan lebih baik. "Karena ketika kita menjaga kehidupan, kehidupan akan menjaga kita kembali," paparnya.

Tak lupa, Kapolda kembali menyampaikan terima kasih secara khusus.

"Terima kasih, para pejuang K9. Pengabdianmu tak bersuara, namun bermakna selamanya."

Secara keseluruhan, penghargaan diberikan kepada 448 personel yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. Kapolda menegaskan, apresiasi ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan pengakuan atas dedikasi yang luar biasa.

"Saudara-saudara adalah pejuang kemanusiaan," ujar jenderal bintang dua itu.

"Dalam kegelapan malam yang senyap, saudara hadir sebagai lentera dan penerang yang memberikan harapan."

Ia juga menekankan sebuah filosofi sederhana namun mendalam yang menjadi pondasi aksi mereka. Menurutnya, kebaikan itu unik. Semakin dibagi, justru nilainya semakin besar. Kebahagiaan dari menolong orang lain tidak pernah berkurang, malah bertambah.

Operasi bantuan itu sendiri cukup kompleks. Polda Riau tak hanya mengerahkan personel untuk evakuasi dan logistik, tapi juga mengirim 20 tenaga ahli dari HIMPSI. Tujuannya jelas: menangani dampak psikologis dan memulihkan trauma para korban di tiga provinsi yang terdampak bencana itu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar