Hasil pemeriksaan awal terhadap komponen vital? Cukup mengejutkan. Menurut Syahduddi, kondisi ban dan sistem pengereman bus terpantau masih baik. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?
Fokus kini beralih ke faktor kecepatan. Di sinilah masalah muncul. Polisi mengaku belum bisa memastikan angka pasti kecepatan bus saat kejadian. Penyebabnya sederhana tapi krusial: speedometer bus tidak berfungsi.
"Kami belum bisa memastikan (kecepatannya)," tutur Syahduddi.
Ia lalu menambahkan, "Berdasarkan pengakuan tersangka dia mengakui ketika memasuki TKP dalam kondisi kecepatan cukup tinggi. Pada saat kita cek memang speedometernya kondisi mati atau tidak berfungsi."
Jadi, ada dua fakta yang berdiri bersisian. Di satu sisi, kendaraan dinyatakan laik jalan. Di sisi lain, ada indikasi kecepatan tinggi yang sayangnya tak bisa diverifikasi oleh alat. Kombinasi ini yang membuat penyelidikan terus berlanjut, mencari titik terang di balik tragedi yang merenggut banyak nyawa itu.
Artikel Terkait
Banjir dan Longsor Landa Tujuh Titik di Jembrana, Ratusan Rumah Terendam
Persib Bandung Kokoh di Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0
Pengendara Motor Tewas Tertindas Truk Trailer di RE Martadinata
Gunung Dukono Erupsi, Status Waspada Berlaku dan Warga Tobelo Diimbau Waspada Hujan Abu