Kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 orang, masih menyisakan banyak pertanyaan. Polisi, dalam jumpa pers yang digelar malam itu di Pos Terpadu Nataru Simpang Lima, menyatakan bus tersebut sebenarnya dalam kondisi layak jalan. Pernyataan itu merujuk pada hasil pemeriksaan dari Balai Pengelola Transportasi Darat.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Muhammad Syahduddi, yang hadir dalam jumpa pers itu, mengonfirmasi hal tersebut.
"Memang dari Balai Pengelola Transportasi Darat juga menyatakan bahwa bus tersebut pada dasarnya dinyatakan laik jalan," ujar Syahduddi.
Namun begitu, penyelidikan mendalam tetap dilakukan. Polisi tak hanya mengandalkan laporan itu. Mereka membentuk tim gabungan untuk mengulik setiap detail teknis dari bus nahas itu.
"Kami juga melakukan serangkaian kegiatan penelitian terhadap kendaraan tersebut dengan melibatkan tim dari Traffic Accident Analysis Dirlantas Polda Jawa Tengah dan juga dari Korlantas Polri," jelasnya.
Hasil pemeriksaan awal terhadap komponen vital? Cukup mengejutkan. Menurut Syahduddi, kondisi ban dan sistem pengereman bus terpantau masih baik. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?
Fokus kini beralih ke faktor kecepatan. Di sinilah masalah muncul. Polisi mengaku belum bisa memastikan angka pasti kecepatan bus saat kejadian. Penyebabnya sederhana tapi krusial: speedometer bus tidak berfungsi.
"Kami belum bisa memastikan (kecepatannya)," tutur Syahduddi.
Ia lalu menambahkan, "Berdasarkan pengakuan tersangka dia mengakui ketika memasuki TKP dalam kondisi kecepatan cukup tinggi. Pada saat kita cek memang speedometernya kondisi mati atau tidak berfungsi."
Jadi, ada dua fakta yang berdiri bersisian. Di satu sisi, kendaraan dinyatakan laik jalan. Di sisi lain, ada indikasi kecepatan tinggi yang sayangnya tak bisa diverifikasi oleh alat. Kombinasi ini yang membuat penyelidikan terus berlanjut, mencari titik terang di balik tragedi yang merenggut banyak nyawa itu.
Artikel Terkait
Jakarta Gelar Taste of Australia, Chef Callum Hann Pererat Hubungan Kuliner
43 Lubang di Flyover Ciputat Picu Kecelakaan, Dua Titik Dinilai Kritis
HSR Wheels Luncurkan Logo Baru Berkarakter Indonesia Banget di IIMS 2026
Anak 11 Tahun Asal Bima Raih Juara I MTQ Internasional di Irak