"Tidak terbukti adanya bom. Iya 4 lagi masih proses (penyisiran)," kata Budi menambahkan.
Operasi penyisiran sendiri masih terus berlangsung. Yang jadi pertanyaan besar sekarang: siapa dalang di balik semua ini? Motifnya apa? Polisi masih menelusuri asal ancaman yang jelas meresahkan warga ini. Mereka berjanji akan mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Di sisi lain, meski ancamannya palsu, dampaknya nyata. Kegiatan belajar mengajar sempat terganggu, orangtua khawatir. Ini jadi pengingat betapa rapuhnya rasa aman kita, dan betapa mudahnya kepanikan tersulut oleh sebuah pesan singkat tak bertanggung jawab.
Artikel Terkait
DLH DKI Bantah Tuduhan Buang Sampah ke Kali, Klaim Itu Titik Penampungan Resmi
Arus Balik di Daop 1 Jakarta Masih Dominasi Kedatangan, Capai 52 Ribu Penumpang
Marcos Santos Catat 8 Kemenangan di 24 Laga Pertama Bersama Arema FC
Polisi Tetapkan 7 Anggota KKB sebagai Tersangka Pembunuhan Dua Nakes di Tambrauw