Di sisi lain, rencana tata ruang yang ada akan dibandingkan dengan kondisi riil wilayah saat banjir melanda. Hasil perbandingan ini nantinya jadi bahan pertimbangan utama untuk rehabilitasi.
Merespons kolaborasi ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyambut baik. Ia menilai kerja sama semacam ini sangat dibutuhkan dalam penanggulangan pascabencana.
"Karenanya kami menghargai dan kami mengapresiasi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Menteri Lingkungan Hidup yang telah mengundang kami, kemudian melibatkan," jelas Brian.
Langkah konkret dari kementeriannya adalah meminta rektor berbagai universitas merekomendasikan nama-nama dosen dan guru besar. Mereka harus punya keahlian di bidang terkait, seperti kehutanan, lingkungan hidup, hidrogeologi, teknik sipil, dan tata ruang.
Nantinya, tim multidisiplin ini akan dibentuk. Mereka akan bekerja di bawah arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan berbagai kajian dan penelitian.
"Sehingga mereka akan memberikan hasil kajian seobjektif mungkin," tutup Brian. Hasil kerja tim ini, diharapkan, bisa dipertanggungjawabkan secara akademis dan ilmiah.
Artikel Terkait
Polres Metro Jakut Periksa Kesehatan Personel, Siapkan Operasi Ketupat Jaya 2026
Trump Klaim AS Berkomunikasi dengan Tokoh Kunci Iran untuk Akhiri Perang, Bukan dengan Pemimpin Tertinggi
Cuti Bersama Lebaran 2026 Berakhir, WFA Diperpanjang Tiga Hari
Lebaran di Pangandaran, Lebih dari 40 Anak Sempat Hilang dari Keluarga