Pasar Kramat Jati Bangkit, Kios Darurat Mulai Beroperasi

- Senin, 22 Desember 2025 | 14:35 WIB
Pasar Kramat Jati Bangkit, Kios Darurat Mulai Beroperasi

Asap sudah sirna, namun aroma hangus masih sesekali tercium di udara. Pasar Induk Kramat Jati, tepatnya di bangunan subgrosir C2 yang dilalap api pekan lalu, kini mulai berdenyut lagi. Para pedagang yang kehilangan lapak mulai kembali berjualan. Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat dengan menyiapkan kios darurat di area penampungan sementara.

TPS itu dibangun oleh Perumda Pasar Jaya, cuma berjarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian. Mereka memanfaatkan lahan parkir seluas 1.800 meter persegi untuk menampung kurang lebih 350 kios. “Mulai hari ini, Minggu (21/12), para pedagang sudah bisa mengaktivasi kios di TPS sambil dilakukan penyempurnaan,” jelas Suharini Eliawati, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, langkah ini diambil sesuai arahan Gubernur agar suplai komoditas tidak terganggu. Intinya, perdagangan harus segera hidup kembali.

Langkah pemerintah daerah ini disambut baik oleh para pedagang. Ahmad Alam Syah, salah satu korban kebakaran, mengaku lega. “Kami sangat berterima kasih. Dengan adanya kios di TPS ini, kami bisa kembali berdagang,” ujarnya.

Menurut Ahmad, fasilitas di tempat sementara itu sudah cukup. Yang penting, roda perekonomian bisa kembali berputar dan penghasilan tidak mandek terlalu lama. “Cocok saja. Semoga ke depannya usaha kami semakin lancar dan berkah,” harapnya.

Suara senada datang dari Suparto, pedagang pepaya yang sudah 15 tahun mengais rezeki di pasar ini. Ia mengapresiasi kecepatan respons Pasar Jaya dan Pemprov DKI. “Kalau untuk kecepatan, ini sudah bagus. Cepat dan tanggap,” katanya.

Namun begitu, harapannya sederhana: prosesnya cepat rampung agar semua pedagang bisa segera pindah dan berjualan dengan normal. Ia juga berharap kios yang hangus terbakar bisa segera dibangun ulang. “Supaya bisa kembali ke tempat semula,” tutur Suparto.

Kebakaran pada (15/12) lalu itu memang cukup parah, menggerus 350 tempat usaha dan melibatkan 117 pedagang buah, terutama pisang dan pepaya. Untuk meringankan beban, Pemprov DKI telah menyalurkan bantuan tunai Rp 5 juta per pedagang. Akses kredit usaha melalui Bank Jakarta juga difasilitasi.

Di sisi lain, proses renovasi nantinya akan jalan melalui mekanisme asuransi, karena seluruh area terdampak ternyata telah diasuransikan. Ke depan, rencananya akan ada penambahan fasilitas keselamatan seperti hidran kebakaran dan perbaikan sistem kelistrikan. Tujuannya jelas: mencegah tragedi serupa terulang di kemudian hari.

Komentar