Pekanbaru Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Pendidikan Sekolah

- Senin, 22 Desember 2025 | 13:50 WIB
Pekanbaru Tanamkan Cinta Lingkungan Lewat Pendidikan Sekolah

Pekanbaru punya langkah baru yang cukup menarik. Pemerintah kota setempat berencana menggencarkan pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah. Ini bukan sekadar program biasa, tapi upaya strategis untuk membentuk generasi muda yang benar-benar peduli pada alam. Inspirasinya datang dari apa yang sudah dilakukan Polda Riau, lewat konsep Green Policing mereka.

Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, sendiri menekankan bahwa pelestarian lingkungan adalah fondasi penting untuk menjaga masa depan daerah. Apalagi di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan alam yang makin nyata. Dari semangat inilah, Pemkot Pekanbaru kemudian bergerak.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersikeras bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini. Dan yang terpenting, ini semua tak boleh berhenti jadi kegiatan seremonial belaka.

“Kami melihat program Green Policing Polda Riau itu sangat menginspirasi. Gerakan menanam pohon yang masif sangat cocok diimplementasikan, dan sudah kami terapkan juga di sekolah-sekolah Pekanbaru,” ujar Agung Nugroho, Senin (22/12).

Menurutnya, sekolah adalah ruang yang paling efektif. Di sanalah pola pikir, karakter, dan kebiasaan anak-anak dibentuk, agar kelak mereka tumbuh jadi generasi yang punya tanggung jawab terhadap alam.

“Menjaga lingkungan tidak bisa instan. Harus dimulai dari cara berpikir dan kebiasaan anak-anak kita. Sekolah adalah fondasi utama membentuk generasi masa depan yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam,” jelasnya lagi.

Rencananya, program ini akan dijalankan bertahap. Mulai dari PAUD, lalu SD, hingga SMP di seluruh kota. Implementasinya bakal cukup beragam. Tidak cuma teori lewat muatan lokal, tapi juga praktik langsung. Misalnya, menanam pohon, mengelola sampah di sekolah, belajar konservasi air, sampai membiasakan gaya hidup ramah lingkungan dalam keseharian.

Nah, Agung menegaskan satu hal. Program ini sama sekali tidak dimaksudkan untuk menambah beban pelajaran baru bagi siswa. Justru sebaliknya. Nilai-nilai ekologi akan dirajut ke dalam mata pelajaran yang sudah ada. Tujuannya jelas: siswa tak cuma paham teori, tapi juga bisa mempraktikkannya.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki empati terhadap lingkungan. Dari sekolah, kesadaran itu akan tumbuh dan dibawa ke rumah serta masyarakat,” lanjut Agung.

Agar program ini benar-benar berkelanjutan, Pemkot tak bisa bekerja sendirian. Mereka akan menggandeng banyak pihak. Mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, para akademisi, komunitas peduli lingkungan, sampai aparat keamanan. Kolaborasi semacam ini dianggap krusial. Supaya pendidikan lingkungan tidak mandek di kelas, tapi benar-benar berdampak pada perilaku sosial dan kualitas lingkungan kota.

Di sisi lain, langkah Pekanbaru ini sejalan dengan makin menguatnya perhatian nasional terhadap isu pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah memang dituntut lebih aktif mencetak generasi yang bisa menjaga keseimbangan antara kemajuan kota dan kelestarian alam.

Melalui kebijakan ini, harapan Wali Kota besar. Ia ingin sekolah-sekolah di Pekanbaru menjadi pusat lahirnya agen-agen perubahan untuk lingkungan.

“Kalau sejak kecil anak-anak sudah terbiasa menjaga alam, maka di masa depan Pekanbaru akan memiliki warga yang sadar lingkungan dan mampu menjaga keberlanjutan kota,” tutup Agung Nugroho.

Komentar