Tragedi di Bondi itu sendiri sungguh mengerikan. Terjadi Minggu sore, peristiwa itu merenggut 15 nyawa. Polisi Australia kemudian mengidentifikasi pelakunya sebagai seorang ayah 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun. Bagi Australia, ini catatan kelam penembakan massal terburuk yang mereka alami dalam kurun hampir tiga dekade.
Namun begitu, di tengah duka yang mendalam, aksi Ahmed menyulut secercah cahaya. Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, tak ragu menyebutnya "orang yang sangat, sangat berani yang menyelamatkan banyak nyawa." Pujian serupa datang dari berbagai penjuru.
Chris Minns, Perdana Menteri New South Wales, menjulukinya "pahlawan sejati." Bahkan dari jauh, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ikut menyampaikan penghargaannya, menyebut Ahmed sebagai "pria Muslim pemberani."
Kini, sementara kota Sydney masih berusaha memahami dan menyembuhkan lukanya, satu hal yang jelas: keberanian seorang warga biasa di tengah momen paling mengerikan telah mencegah korban jiwa yang mungkin lebih banyak lagi.
Artikel Terkait
Ahli Ingatkan Pentingnya Persiapan Fisik untuk Mudik Lebaran 2026
Polres Bogor Serahkan Tiga Unit Pertama Rumah ASRI untuk Warga Kurang Mampu
Ditjen Pajak: Baru 55,7% Wajib Pajak yang Lapor SPT Tahunan Jelang Libur Panjang
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan di Bundaran HI untuk Acara Eid Mubarak Jakarta