Kabupaten Jember punya kabar baik di bidang pendidikan. Baru-baru ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember resmi dibuka. Letaknya di Jl. DR. Subandi No. 29, Kreongan Atas, tepatnya di wilayah Jemberlor, Kecamatan Patrang. Sekolah ini hadir sebagai jawaban, sebuah opsi pendidikan alternatif yang khusus dirancang untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu.
Acara peresmiannya dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait. Di hadapan para undangan, ia menekankan betapa seriusnya komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan pendidikan. Baginya, pendidikan adalah pondasi utama untuk membangun masa depan yang lebih baik.
“Tidak apa-apa hari ini kita belum mampu. Yang penting, anak-anak kita berilmu. Dengan fasilitas terbaik di Sekolah Rakyat ini, saya yakin mereka akan menjadi generasi berkualitas untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Gus Fawait, Jumat lalu.
Respon masyarakat? Sangat positif. Baru dibuka, sekolah ini sudah menampung 95 siswa. Rinciannya, 51 anak di tingkat SMP dan 44 lainnya di jenjang SD. Mereka tak akan berjalan sendiri. Proses belajar didukung oleh 14 guru, ditambah 10 wali asuh dan 4 pengasuh asrama yang siap mendampingi keseharian siswa.
Memang, sekolah ini lahir dari gerakan kerakyatan. Namun begitu, konsep pendidikannya terbilang komprehensif. Sistem asrama yang terintegrasi menjadi tulang punggungnya. Di sini, anak-anak tak hanya mengejar pelajaran akademik biasa. Mereka juga dilatih keterampilan hidup, digiatkan dalam literasi, diajak belajar secara kreatif, dan tentu saja, pembinaan karakter mendapat porsi yang besar.
Mayoritas tenaga pengajarnya adalah relawan pendidikan dan para pemerhati sosial. Nuansa belajarnya pun jadi lebih inklusif dan penuh semangat. Pemerintah daerah berharap model seperti ini bisa terus berkembang, menjangkau lebih banyak anak di pelosok yang membutuhkan.
Bagi warga sekitar, kehadiran sekolah ini lebih dari sekadar bangunan. Ia adalah simbol nyata bahwa pendidikan berkualitas itu tidak harus mahal. Bahwa ia bisa diakses oleh siapa saja.
Artikel Terkait
Kemhan Pulangkan 32 Ibu Hamil dari Latihan SPPI, Beri Santunan Rp50 Juta untuk 5 Peserta Meninggal
Satgas PRR Dorong Realisasi Anggaran Rp 10,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Tingkat Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4%, Ketua Komisi IV DPR Apresiasi Kinerja
Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 Diikuti 2.935 Atlet dari Enam Provinsi