Hari Kamis (11/12) di Aceh Tamiang, suasana di posko pengungsian Jembatan Kuala Simpang tiba-tiba ramai. Rombongan dari Jakarta datang, dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Yang menarik perhatian, di samping sang Kapolri, hadir pula Ketum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo. Juliati tak cuma mendampingi. Tangan-tangannya sibuk membagikan bantuan, sementara senyumnya tak lepas menyapa para pengungsi, terutama anak-anak.
Rombongan itu memang cukup besar. Selain Kapolri dan Juliati, turut hadir sejumlah pejabat tinggi Polri seperti Dankorbrimob Irjen Ramdani Hidayat, Aslog Kapolri Irjen Suwondo Nainggolan, Kapusdokkes Irjen Asep Hendradiana, Kapolda Aceh Irjen Marzuki Ali Basyah, dan Karomulmed Divhumas Brigjen Ade Ary Syam Indradi. Mereka semua turun langsung melihat kondisi 240 lebih pengungsi yang tinggal di sana.
Namun begitu, fokus banyak orang justru tertuju pada Juliati. Begitu tiba, ia langsung diserbu anak-anak. Dengan sabar, Juliati berinteraksi sambil membagikan mainan dan snack. Tawa riang pun pecah, setidaknya untuk sejenak mengusir kesuraman yang menyelimuti tempat pengungsian itu.
Nuansa haru tak terhindarkan. Saat berdialog dengan warga, seorang ibu tak kuasa menahan tangis. Ia menceritakan detik-detik mengerikan saat banjir bandang menerjang.
"Jadi dengan kedatangan Bapak Ibu di sini kami terima kasih karena ibu tolong kami," ujarnya, suara terisak. "Rumah itu kejadian jam 3 angin terbang seng semua. Kemudian setelah adzan berhenti angin, jam 8 pagi di hari Rabu itu tanggal 25 air masuk. Tanggal 26 nya kejadian rumah hanyut sama di sini penuh kayu-kayu."
Ibu itu menggambarkan betapa mereka sempat kelaparan karena persediaan makanan habis terendam. Karena itulah, kehadiran rombongan Kapolri dan Bhayangkari terasa sangat berarti.
"Itu rasanya kami, dengan ini kedatangan ibu, kami terima kasih banyak. Rasanya terhibur. Banyak anak-anak di sini terdengar tawa candanya ibu bawakan sebuah mainan, makanan, bisa terhibur kami alhamdulillah bu. Anak-anak kami di sini tidak ada yang stress, dapat terhibur. Terimakasih bu, semoga rezeki Ibu berkah dari Allah, ibu diberi kesehatan bisa memperhatikan kami yang di bawah bu."
Usai mengucapkan itu, sang ibu pun dipeluk hangat oleh Juliati. Adegan sederhana itu menyiratkan banyak hal: ada empati, ada harapan, dan pengakuan bahwa bantuan itu sampai di saat yang tepat.
Di sisi lain, Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga tak hanya sekadar meninjau. Di lokasi yang sama, ia memastikan distribusi bantuan makanan berjalan lancar. Tak ketinggalan, upaya trauma healing untuk meringankan beban psikologis korban juga digelar. Kunjungan ini, meski singkat, berhasil menyentuh langsung persoalan yang dihadami warga Aceh Tamiang pasca bencana.
Artikel Terkait
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Tahanan Rumah Setelah Lima Tahun Ditahan
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO
Maruarar Sirait Targetkan Akad Jual Rusun Subsidi Meikarta Akhir 2026
Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok