Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, dukungan juga datang. Ida Bagus Gde Arjana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, melihat acara ini sebagai sebuah terobosan. Strateginya sederhana: bawa UMKM ke lokasi-lokasi strategis.
"Kita ingin UMKM Badung tidak hanya menjual produk di kios masing-masing, tetapi memiliki kesempatan tampil di ruang yang lebih strategis seperti mall,"
ujar Arjana.
Dukungan penuh itu, diharapkannya, bisa memacu semangat berinovasi. Standar kualitas produk harus terus dikejar. Kalau tidak, sulit untuk bisa memenuhi selera pasar global yang dinamis dan penuh tuntutan.
"Peningkatan mutu ini penting agar produk Badung bisa memenuhi selera dan kebutuhan pasar global. Mereka harus terus berinovasi dan menaikkan kualitas produknya,"
tutup Ida Bagus Gde Arjana. Tampak jelas, langkah kecil di mall itu adalah bagian dari sebuah perjalanan panjang yang ambisius.
Artikel Terkait
Warisan Akun Medsos dan Campur Tangan Alumni di Balik Tawuran Mematikan di Kebon Jeruk
Pohuwato Tiru Strategi Banyuwangi: Dari Pelayanan Publik Hingga Harmoni dengan Investor
Trump Geram, Inggris dan China Makin Mesra
Pengepul Uang Calon Perangkat Desa di Pati Mulai Gelisah, Kembalikan Setoran