Tragedi Apartemen Hong Kong: 9 WNI Tewas, 35 Masih Hilang Kontak

- Senin, 01 Desember 2025 | 17:05 WIB
Tragedi Apartemen Hong Kong: 9 WNI Tewas, 35 Masih Hilang Kontak

Kabar duka kembali datang dari Hong Kong. Kebakaran apartemen yang melanda pada Rabu (26/11) lalu, ternyata menelan korban jiwa warga negara Indonesia yang tidak sedikit. Hingga laporan ini dibuat, sudah 9 WNI yang dipastikan meninggal dunia. Angka ini, sayangnya, berpotensi bertambah.

Menurut data terbaru dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Hong Kong, masih ada 35 WNI lainnya yang hilang kontak atau berstatus unknown whereabouts. Mereka belum bisa ditemukan pasca-insiden mengerikan itu.

“Estimasi jumlah WNI tinggal di kompleks apartemen adalah 140 org,” jelas pernyataan KJRI yang diterima pada Senin (1/12).

“Sebanyak 95 selamat, 9 terverifikasi meninggal dunia, 1 dirawat di RS, 35 unknown whereabouts.”

Narasi dari pihak konsulat ini menggambarkan situasi yang masih sangat cair dan mencemaskan. Pencarian korban oleh otoritas setempat memang masih terus digenjot. Namun begitu, peringatan sudah disampaikan: jumlah korban tewas kemungkinan besar akan naik. Proses identifikasi membutuhkan waktu, dan pekerjaan di puing-puing bangunan masih berlangsung.

“Pemerintah HK memberikan warning bahwa angka kematian akan terus bertambah seiring dengan pencarian dan identifikasi korban yang masih terus berlangsung,” ungkap KJRI.

Di sisi lain, upaya diplomatik dan kemanusiaan juga tak kalah intens. KJRI Hong Kong mengaku terus berkoordinasi erat dengan pihak berwenang lokal. Tujuannya jelas, agar hak-hak korban WNI, termasuk proses repatriasi jenazah, dapat dipenuhi dengan baik.

“KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan upaya terbaik repatriasi jenazah dan hak-hak korban,” lanjutnya.

Insiden ini sendiri telah mengguncang Hong Kong. Kebakaran hebat yang menghanguskan beberapa blok apartemen itu tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan di wilayah tersebut. Korban jiwa secara keseluruhan bukan hanya WNI sudah mencapai 146 orang, dengan 79 lainnya luka serius. Rasa duka pun menyelimuti kota. Sejak Sabtu (29/11), masa berkabung tiga hari digelar, mengheningkan cipta untuk 128 jiwa yang melayang dalam tragedi nahas ini.

Suasana harap-harap cemas masih terasa, terutama bagi keluarga yang menunggu kabar tentang 35 WNI yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar