Sebenarnya, upaya warga sudah dilakukan. Mereka berusaha menggalang dana secara mandiri. Namun begitu, keterbatasan kemampuan teknis menjadi tembok besar yang menghalangi. Hasilnya, pembangunan jembatan hanya menjadi angan-angan yang tak kunjung jadi kenyataan.
Melihat kondisi itu, polisi pun bergerak. Satu tim SST personel dengan keahlian khusus Vertical Rescue dan Light Field Engineering (LFE) dikerahkan untuk membangun jembatan gantung. Saat ini, progres pembangunan jembatan sepanjang 20 meter itu sudah mencapai 15 persen. Yang menarik, semuanya dikerjakan secara gotong royong bersama warga setempat, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat.
Di sisi lain, aksi pembangunan ini bukanlah inisiatif yang tiba-tiba. Ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Polri memastikan bahwa penugasan ini adalah wujud aksi nyata yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Ridwan berharap, dengan adanya jembatan ini, segala aktivitas warga menjadi lebih lancar dan aman. Lebih dari itu, ini adalah bukti komitmen Polri dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak muda di pelosok negeri. Sebuah langkah kecil yang dampaknya akan sangat besar bagi masa depan mereka.
Artikel Terkait
Deklarasi Boyolali: Desa Dicanangkan Jadi Pelaku Utama Pembangunan
Pemerintah Siapkan 5.750 Beasiswa Baru, Fokus ke Bidang Sains dan Teknologi
Posko TNI Akhirnya Hadir Usai Enam Hari Banjir Rendam Desa Idaman
Menteri Prasetyo Tegaskan RUU Disinformasi Masih Wacana, Belum Digodok