Ia mengaku sama sekali tidak memasukkan kunjungan ke sekolah dalam jadwalnya. Kabar bahwa para siswa sudah menunggu kedatangannya pun sampai ke telinganya sebagai sebuah kejutan.
Nah, di sisi lain, hal inilah yang mendasari pernyataannya. "Itu sebabnya, kami pun tidak pernah memerintahkan pengerahan," tegas Farhan. Ia lalu mempertanyakan, "Makanya, miskomunikasinya di mana nih, pengerahan siswa teh siapa yang tanggung jawab, nanti kita akan selidikilah."
Pihaknya berjanji akan menelusuri lebih lanjut siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas insiden yang membuat publik geram ini.
Artikel Terkait
Paket All In Rp 23 Miliar yang Gagal, Pimpinan KPP Jakut Jadi Tersangka Suap Pajak
Iran Balas Ancaman Trump: AS dan Israel Jadi Sasaran Sah
Cemburu Buta Berujung Aib: Pacar Dianiaya dan Dipermalukan di Kendari
Iran Ancam AS dan Israel, Korban Kerusuhan Tembus 500 Jiwa