Trump tampaknya cukup yakin dengan proposal ini. Dia bahkan menyatakan bahwa jika pertempuran terus berlanjut, Ukraina pada akhirnya akan tetap kehilangan wilayah-wilayah yang sekarang diminta untuk diserahkan kepada Rusia.
"Katakan apa yang Anda inginkan, mereka sangat berani," pujinya tentang pasukan Ukraina yang terus bertahan melawan Rusia.
Ketika ditanya tentang kemungkinan Putin memerintahkan serangan lebih lanjut ke Ukraina, Trump punya pandangan berbeda. Menurut calon presiden dari Partai Republik ini, pemimpin Rusia Vladimir Putin sebenarnya "tidak menginginkan perang lagi."
Trump juga berpendapat bahwa Putin sebenarnya sudah "menerima hukuman" atas konflik yang sudah berlarut-larut ini. Padahal, tambahnya, perang yang dimulai sejak invasi Februari 2022 lalu itu "seharusnya hanya perang satu hari."
Artikel Terkait
Anyma Batal Tampil di Coachella Akibat Angin Kencang, Seniman Ungkap Kekecewaan
Pembunuhan Ninoy Aquino di Bandara Manila 1983: Titik Balik Perlawanan terhadap Marcos
The Meru Sanur Raih Dua Penghargaan Bergengsi Tatler Best Indonesia 2026
Pemerintah Apresiasi Meta, Beri Catatan Merah untuk Google Soal Perlindungan Anak