Pemerintahan Presiden Donald Trump benar-benar membantah klaim Afrika Selatan. Gedung Putih dengan tegas menyatakan tidak akan mengirim pejabat AS untuk ikut serta dalam perundingan KTT G20 di Johannesburg akhir pekan ini. Mereka membantah pengumuman dari Afsel yang menyebut AS akan mengakhiri boikot.
Menurut sejumlah saksi, Presiden Afsel Cyril Ramaphosa sebelumnya menggambarkan adanya perubahan sikap dari pemerintahan Trump di menit-menit terakhir. Padahal, Washington tanpa henti menyerang kebijakan pemerintah pasca-apartheid terkait perlakuan terhadap petani minoritas kulit putih.
Di sisi lain, Gedung Putih menjelaskan bahwa duta besar AS memang akan hadir. Namun begitu, kehadirannya hanya untuk urusan serah terima jabatan, mengingat Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah KTT berikutnya. Rencananya, pertemuan klub kekuatan ekonomi global itu akan digelar di klub golf milik Trump di Florida.
“Amerika Serikat tidak berpartisipasi dalam perundingan resmi di G20 Afrika Selatan,” tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada para wartawan.
Ia juga menambahkan, “Saya melihat presiden Afrika Selatan sedikit mengkritik Amerika Serikat dan presiden Amerika Serikat hari ini, dan pernyataan itu tidak disukai oleh presiden maupun timnya.”
Sebelumnya, Ramaphosa sempat berkomentar bahwa Amerika Serikat telah “berubah pikiran tentang partisipasi dalam satu atau lain bentuk di KTT tersebut.”
Artikel Terkait
Menteri LH Serukan Aksi Nyata Atasi Krisis Iklim, Pemilahan Sampah Jadi Kunci
Universitas Darunnajah Gelar Konferensi Internasional Pesantren, Dorong Wakaf Produktif untuk Kemandirian Pendidikan dan Sains
Pendaki Nekat Lewat Jalur Ilegal Semeru, Satu Terjun ke Jurang 800 Meter
Mobil Terbakar di Jalan Sholeh Iskandar Bogor, Kerugian Capai Rp200 Juta