Sorak Sorai Inklusif: Ketika Sepak Bola Menjadi Ruang Kebahagiaan bagi Semua
Kolaborasi strategis menghadirkan pengalaman pertama yang tak terlupakan bagi anak down syndrome dan santri di Stadion Pakansari
Malam spesial di Bogor menjadi bukti nyata bahwa sepak bola mampu menjembatani kesenjangan dan menciptakan ruang yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
BOGOR - Atmosfer Stadion Pakansari pada pertandingan Timnas Indonesia U-22 melawan Mali menampilkan wajah baru sepak bola nasional: lebih inklusif, manusiawi, dan penuh empati. Puluhan anak down syndrome, santri, dan keluarga dengan keterbatasan ekonomi merasakan untuk pertama kalinya pengalaman menyaksikan langsung pertandingan sepak bola bergengsi.
Momen Bersejarah bagi Keluarga
Bagi Ibu Dina dan putranya, Muhammad Rafi, undangan nonton bersama ini menjadi kejutan yang sangat berarti. "Ini pengalaman pertama kami menonton langsung di stadion. Biasanya hanya bisa menyaksikan melalui layar televisi," ujar Ibu Dina dengan mata berkaca-kaca.
"Kejutan banget bisa nonton bareng. Terima kasih sudah memberi kesempatan berharga ini. Semoga ke depannya ada lagi tiket gratis dan mungkin escort khusus untuk anak-anak kami," harap Ibu Dina.
Revan dan Impian yang Terwujud
Kisah serupa datang dari Ibu Nunuy yang membawa Revan, anaknya yang menyandang down syndrome. Selama ini, mereka hanya bisa nobar di luar stadion, namun kali ini Revan akhirnya bisa duduk dengan aman dan menikmati langsung laga Timnas kebanggaannya.
"Kebahagiaan sederhana ini memiliki makna yang sangat besar bagi kami. Melihat senyum lebar Revan sepanjang pertandingan adalah hadiah terindah," tutur Ibu Nunuy.
Artikel Terkait
Dua Keluarga Korban Gugat UU Peradilan Militer di MK
Hengki Pimpin Serah Terima Jabatan, Pejabat Baru Polda Banten Diminta Segera Beradaptasi
Nyaris Tewas Dihantam Truk, Pasutri Lompat ke Pembatas Saat Detik-Detik Maut di Flyover Ciputat
Damkar Bogor Sibuk Sepanjang 2025: Hampir 2.000 Aksi Penyelamatan dan Ratusan Kebakaran