Serangan Israel di Ain al-Helweh: Klaim Sasaran Militer vs Fakta Korban Sipil

- Rabu, 19 November 2025 | 08:15 WIB
Serangan Israel di Ain al-Helweh: Klaim Sasaran Militer vs Fakta Korban Sipil

Israel melancarkan serangan udara terhadap kamp pengungsi Ain al-Helweh di Lebanon, dengan dalih menargetkan kompleks militan Hamas. Klaim tersebut secara tegas dibantah oleh kelompok Hamas, yang menyebutnya sebagai "kebohongan belaka".

Dalam sebuah pernyataan resmi, Hamas menegaskan bahwa mereka tidak memiliki instalasi militer apa pun di dalam kamp pengungsi Palestina di Lebanon. Kelompok itu menyalahkan Israel atas apa yang mereka sebut sebagai "serangan brutal" dan menepis klaim Israel tentang penyerangan terhadap kompleks pelatihan Hamas sebagai suatu rekayasa.

"Klaim bahwa lokasi yang ditargetkan adalah kompleks pelatihan yang berafiliasi dengan gerakan tersebut adalah rekayasa dan kebohongan belaka," bunyi pernyataan Hamas. Mereka menambahkan, "Tidak ada instalasi militer di kamp-kamp Palestina di Lebanon."

Militer Israel merilis rekaman video yang diklaim sebagai momen serangan yang menghantam sebuah gedung. Namun, versi Hamas berkata lain. Menurut mereka, lokasi yang dibom adalah sebuah lapangan olahraga terbuka yang sering dikunjungi para pemuda kamp. Hamas lebih lanjut menyebut bahwa yang menjadi sasaran adalah "sekelompok anak laki-laki" yang sedang berada di lapangan tersebut.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan setidaknya 13 orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka dalam insiden tersebut. Ambulans dikabarkan masih berdatangan untuk mengangkut korban-korban luka ke rumah sakit terdekat.

Sementara itu, Kantor Berita Nasional pemerintah Lebanon menyatakan serangan itu menargetkan sebuah mobil di area parkir dekat Masjid Khalid bin al-Walid. Laporan lanjutan menyebutkan serangan juga diarahkan pada masjid dan sebuah pusat dengan nama yang sama.

Di lapangan, koresponden AFP melaporkan tidak melihat adanya kerusakan pada bangunan masjid. Seorang petugas medis di lokasi menyatakan bahwa tim penyelamat sedang mengevakuasi potongan-potongan tubuh manusia dari area kejadian.

Pemandangan mencekam terlihat di lokasi; petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di lantai dasar sebuah gedung yang terbakar. Sementara itu, orang-orang bersenjata melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan kerumunan dan membuka jalan bagi lalu lintas ambulans yang terus berdatangan. Ain al-Helweh, yang terletak di pinggiran kota pesisir Sidon, merupakan kamp pengungsi Palestina terbesar di Lebanon.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar