Adegan pemberian uang tersebut kemudian diperagakan dalam rekonstruksi, di mana tersangka Refi ditunjukkan sebagai pihak yang menerima uang dari Feri.
"Pada adegan selanjutnya, Refi membeli handuk, masker, dan lakban berwarna hitam menggunakan uang tersebut," jelas penyidik.
Setelah pertemuan di warung kopi berakhir, para tersangka menuju sebuah pusat perbelanjaan dengan menggunakan dua kendaraan terpisah. Satu kelompok menggunakan mobil Avanza warna putih, sementara Kopda F bersama Sersan Franky menggunakan mobil Calya.
Ilham Pradipta dilaporkan diculik usai menghadiri sebuah rapat di sebuah pusat perbelanjaan di daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur. Korban kemudian ditemukan meninggal dunia di area semak-semak Serang Baru, Bekasi, pada tanggal 21 Agustus. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan tangan, kaki, dan wajah tertutup lakban hitam.
Menurut penyelidikan polisi, dalang di balik penculikan ini adalah Dwi Hartono dan seorang tersangka berinisial K atau C. Motif penculikan diduga kuat untuk memaksa korban memberikan otorisasi sebagai kepala cabang bank, guna memfasilitasi pencurian dana dari rekening dormant ke rekening yang telah disiapkan pelaku.
Polisi juga mengungkap bahwa tersangka K mengetahui informasi mengenai rekening dormant tersebut dari seorang individu berinisial S. Identitas dan peran S ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Artikel Terkait
Ara Tegaskan Huntap Korban Bencana Harus Penuhi Tiga Syarat Krusial Ini
Putra Mahkota Terakhir Iran Serukan Trump Bertindak Saat Protes Memanas
Dua Pelaku Penusukan di Kemang Diringkus di Surabaya Saat Hendak Kabur
Jadwal Imsakiyah Digital 2026 Sudah Rilis, Ini Cara Mengeceknya