Maduro Kutuk Latihan Militer AS-Trinidad Tobago: Ancaman Kedaulatan Venezuela

- Minggu, 16 November 2025 | 13:55 WIB
Maduro Kutuk Latihan Militer AS-Trinidad Tobago: Ancaman Kedaulatan Venezuela

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengkritik keras latihan militer bersama Amerika Serikat dan Trinidad dan Tobago di kawasan Karibia. Menurut Maduro, aktivitas militer ini merupakan tindakan provokatif yang mengancam kedaulatan Venezuela.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Caracas, Maduro menyatakan pemerintah Trinidad dan Tobago telah bertindak tidak bertanggung jawab dengan mengizinkan penggunaan perairannya untuk latihan militer yang ditujukan terhadap Venezuela. "Venezuela tidak akan membiarkan dirinya diancam oleh siapapun," tegas pemimpin Venezuela tersebut.

Menanggapi latihan militer yang dijadwalkan berlangsung dari 16 hingga 21 November, Maduro menyerukan kepada para pendukungnya di wilayah timur Venezuela untuk menggelar aksi protes dan pawai permanen selama periode manuver militer berlangsung.

Latihan militer ini merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari sebulan antara Amerika Serikat dan Trinidad dan Tobago. Sebelumnya pada bulan Oktober, kapal perusak berpeluru kendali AS telah berlabuh di Trinidad selama empat hari untuk latihan serupa yang juga dikutuk Venezuela sebagai tindakan provokatif.

Peningkatan aktivitas militer AS di Amerika Latin telah memicu ketegangan diplomatik. Amerika Serikat mengklaim operasi militer mereka ditujukan untuk memerangi jaringan narkoba, sementara Venezuela menuduh Washington menggunakan dalih tersebut sebagai taktik untuk menggulingkan pemerintahan Maduro.

Operasi militer AS baru-baru ini di kawasan tersebut telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan ribuan personel militer. Serangan terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba telah menewaskan puluhan orang, meskipun Washington belum memberikan bukti konkret mengenai identitas target mereka.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar