Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengkritik keras latihan militer bersama Amerika Serikat dan Trinidad dan Tobago di kawasan Karibia. Menurut Maduro, aktivitas militer ini merupakan tindakan provokatif yang mengancam kedaulatan Venezuela.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Caracas, Maduro menyatakan pemerintah Trinidad dan Tobago telah bertindak tidak bertanggung jawab dengan mengizinkan penggunaan perairannya untuk latihan militer yang ditujukan terhadap Venezuela. "Venezuela tidak akan membiarkan dirinya diancam oleh siapapun," tegas pemimpin Venezuela tersebut.
Menanggapi latihan militer yang dijadwalkan berlangsung dari 16 hingga 21 November, Maduro menyerukan kepada para pendukungnya di wilayah timur Venezuela untuk menggelar aksi protes dan pawai permanen selama periode manuver militer berlangsung.
Artikel Terkait
Panglima TNI Pimpin Upacara Pemakaman Mayor Zulmi, Prajurit Kopassus Gugur di Misi PBB Lebanon
Presiden Prabowo Lepas Jenazah Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi PBB di Lebanon
Empat Pekerja Tewas Terjatuh ke Bak Penampungan Air di Proyek Jagakarsa
Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Berkala untuk Pastikan Tak Ada Warga Tertinggal