Kondisi pengungsi di Gaza semakin memprihatinkan setelah banjir melanda kamp-kamp pengungsian. Cuaca ekstrem dengan hujan deras dan suhu dingin memperburuk situasi, sementara blokade Israel terus menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan seperti tenda dan pasokan kebutuhan dasar.
Berdasarkan laporan terbaru, warga Palestina di Gaza terpaksa menggali parit di sekeliling tenda mereka untuk mencegah air banjir masuk. Banyak pengungsi lainnya memilih berlindung di reruntuhan bangunan yang rusak meski menyadari risiko runtuh yang mengancam.
Seorang ibu pengungsi dengan dua anak mengungkapkan keputusasaannya setelah tenda keluarganya terendam banjir. "Saya menangis sejak pagi," katanya, sambil menunjukkan kondisi tempat tinggalnya yang telah berubah menjadi kubangan air.
Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu juga mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan anak-anaknya setelah beberapa anggota keluarga, termasuk suaminya, menjadi korban dalam konflik yang berlangsung sejak Oktober 2023.
Artikel Terkait
PKS Buka Opsi Pilkada Lewat DPRD, Tapi Belum Ambil Sikap Final
Kafe di Kherson Luluh Lantak, Rusia Tuding Ukraina Sebagai Dalang
Zohran Mamdani Pecahkan Rekor, Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York
Tiga Hari Krusial Pencarian Keluarga Spanyol di Laut Komodo