Untuk memaksimalkan dampak ekonomi, pemerintah masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kabupaten Magelang. Targetnya, peserta dan pendamping dapat menginap setidaknya selama tiga hari.
“Kami sangat mengharapkan dampak positif ini dirasakan langsung oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” tuturnya. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa kekuatan ekonomi Jawa Tengah banyak disokong oleh sektor konsumsi yang digerakkan pelaku UMKM.
Event pariwisata olahraga atau sport tourism seperti Bank Jateng Borobudur Marathon terus dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai strategi untuk mengungkit pertumbuhan ekonomi wilayah. Keberhasilan ini, menurut Sumarno, membutuhkan dukungan dan kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi lain, event ini telah menjadi lebih dari sekadar lomba lari. Selama sembilan tahun penyelenggaraannya, Bank Jateng Borobudur Marathon telah menjadi wadah bagi ribuan kisah tentang semangat, perjuangan, dan kebersamaan, baik di lintasan lari maupun di hati masyarakat Jawa Tengah.
Artikel Terkait
Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Mulai Dikeruk, Ditargetkan Rampung dalam Lima Hari
Kyiv Berduka Lagi, Tiga Nyawa Melayang dalam Serangan Malam
Warga Kramat Jati Tersiksa, Sampah Pasar Induk Menggunung Tak Terangkut
Beijing Murka, Washington Pamer Kekuatan: Penangkapan Maduro Picu Ketegangan Baru