Hari Internasional Pencegahan Kejahatan Terorganisir Transnasional 15 November: Makna & Tema 2025

- Sabtu, 15 November 2025 | 06:55 WIB
Hari Internasional Pencegahan Kejahatan Terorganisir Transnasional 15 November: Makna & Tema 2025

Tanggal 15 November diperingati sebagai Hari Internasional untuk Pencegahan dan Pemberantasan Segala Bentuk Kejahatan Terorganisir Transnasional. Peringatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kewaspadaan global terhadap ancaman kejahatan terorganisir lintas negara.

Sejarah dan Makna Penting Hari Pencegahan Kejahatan Terorganisir Transnasional

Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan tanggal 15 November sebagai hari peringatan internasional melalui deklarasi pada Maret 2024. Penetapan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dunia tentang bahaya kejahatan terorganisir transnasional sekaligus mendorong kerja sama internasional yang lebih erat dalam pemberantasannya.

Peringatan ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para korban kejahatan terorganisir, termasuk penegak hukum yang gugur dalam menjalankan tugas. Figur seperti Hakim Giovanni Falcone diingat sebagai pahlawan yang kontribusinya membuka jalan bagi terbentuknya konvensi internasional melawan kejahatan terorganisir.

Dampak Merusak Kejahatan Terorganisir Lintas Negara

Kejahatan terorganisir transnasional memiliki dampak sistemik yang mengancam stabilitas global. Aktivitas ilegal ini tidak hanya merusak tata kelola pemerintahan tetapi juga melemahkan sistem penegakan hukum di berbagai negara.

Bentuk kejahatan yang termasuk dalam kategori ini sangat beragam, mencakup perdagangan senjata gelap, narkotika, spesies langka, barang budaya, hingga produk medis palsu. Yang paling mengkhawatirkan adalah praktik perdagangan manusia dan penyelundupan migran yang kerap dilakukan jaringan kriminal terorganisir.

Perkembangan teknologi turut dimanfaatkan pelaku kejahatan. Aset virtual dan platform digital menjadi sarana baru untuk memperluas operasi ilegal. Kelompok kriminal juga menunjukkan adaptasi yang cepat dengan memanfaatkan situasi rentan seperti pandemi, krisis ekonomi, bencana alam, dan konflik bersenjata untuk memperluas jaringan ilegal mereka.

Strategi Penanganan Kejahatan Terorganisir Transnasional

Konvensi PBB Menentang Kejahatan Terorganisir Transnasional menjadi instrumen hukum internasional utama yang mengatur pemberantasan kejahatan terorganisir. Konvensi yang telah diratifikasi oleh sebagian besar negara anggota PBB ini menjadi landasan kerja sama global dalam memerangi jaringan kriminal internasional.

Pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama mengingat sifat kejahatan yang melintasi batas negara. Pelaku, saksi, korban, dan aset hasil kejahatan seringkali berada di yurisdiksi berbeda, sehingga memerlukan koordinasi intensif antarnegara.

Tema dan Fokus Kampanye 2025

Tahun 2025 mengusung tema "Follow the money. Stop organized crime" yang menekankan pentingnya pelacakan aliran dana ilegal untuk memutus mata rantai kejahatan terorganisir. Strategi ini dianggap efektif karena dengan menyasar aspek finansial, operasi kriminal dapat dilumpuhkan dari akarnya.

Kampanye global ini mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi internasional, masyarakat sipil, sektor swasta, dan individu untuk berpartisipasi aktif dalam memutus jaringan kejahatan terorganisir transnasional.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar