"Kita tidak bisa memilih tetangga kita. Mari hadapi takdir kita dengan niat terbaik," ujar Prabowo, seraya menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan terbaik guna memastikan keamanan kedua negara.
Momen Spesial: Sambutan Bagpipes dan Kunjungan ke Kapal Induk HMAS Canberra
Kunjungan ini diwarnai oleh momen-momen simbolis. Prabowo menyatakan kekagumannya atas sambutan hangat dengan alunan musik bagpipes, yang menurutnya menunjukkan perhatian mendalam dari tuan rumah.
Selain itu, kedua pemimpin melakukan kunjungan ke kapal induk HMAS Canberra. Mereka berkeliling kapal perang terbesar Angkatan Laut Australia tersebut dan menyaksikan demonstrasi kemampuan udara. Kapal ini merupakan aset strategis dengan kemampuan mengangkut pasukan, helikopter, dan kendaraan tempur.
Upacara Kehormatan dan Pertemuan dengan Tokoh Australia
Presiden Prabowo juga disambut dengan upacara kenegaraan penuh di Admiralty House, termasuk tembakan kehormatan 21 kali. Gubernur Jenderal Australia, Sam Mostyn, dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia adalah mitra terdekat Australia.
Kunjungan ini juga dimanfaatkan Prabowo untuk bertukar pikiran dengan mantan Perdana Menteri Australia, Paul Keating. Prabowo menyebut pertemuan tersebut sangat berharga dan memberinya banyak pelajaran dari pengalaman dan pemikiran Keating mengenai isu geopolitik dan ekonomi.
Kunjungan kenegaraan ini secara keseluruhan berhasil memperkuat fondasi kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Australia, menekankan kolaborasi untuk stabilitas dan kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik.
Artikel Terkait
Bapanas Pantau Pasar Makassar, Harga Pangan Pokok Kembali Stabil
ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Penyeberangan ke Siwa-Kolaka Sampai 10 April 2026
Jenazah Mantan Menhan Juwono Sudarsono Tiba di Rumah Duka di Pondok Pinang
Iran Beri Sinyal Positif, Kapal Pertamina Dipertimbangkan Lintasi Selat Hormuz