Sengketa Lahan 16,4 Hektare di Makassar: Jusuf Kalla Tuding Rekayasa Lippo Grup

- Rabu, 12 November 2025 | 15:48 WIB
Sengketa Lahan 16,4 Hektare di Makassar: Jusuf Kalla Tuding Rekayasa Lippo Grup

Sengketa Lahan 16,4 Hektare di Makassar: PT GMTD Eksekusi, Jusuf Kalla Tuding Rekayasa Lippo

Sebuah eksekusi pengosongan lahan seluas 16,4 hektare di Makassar memicu polemik sengit. PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) mengklaim telah melaksanakan eksekusi berdasarkan berita acara pelaksanaan eksekusi nomor 21 EKS/2012/PN.Mks.

Proses eksekusi yang dilaporkan berlangsung pada 3 November 2025 ini dikawal langsung oleh aparat kepolisian dan militer. Pengadilan Negeri Makassar disebut memimpin pelaksanaan eksekusi melalui panitera dan juru sita, dengan pengamanan dari Polrestabes Makassar dan Kodim 1408/Makassar.

Jusuf Kalla Tuding Rekayasa Lippo Grup

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla secara tegas menolak eksekusi ini. Sebagai founder dan advisor KALLA Group, JK menyebut tindakan PT GMTD sebagai rekayasa. "Jadi itu kebohongan, macam-macam, rekayasa. Itu permainan Lippo. Ciri Lippo itu. Jangan main-main di Makassar," tegas JK dalam pernyataannya.

Lahan sengketa yang berlokasi di Depan Trans Mal, Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar ini diklaim JK sebagai properti yang dibelinya 30 tahun lalu dari ahli waris Raja Gowa. Namun, PT GMTD mengaku memiliki dasar hukum yang kuat melalui proses peradilan sejak tahun 2000.

Keterlibatan Lippo Grup Dipertanyakan

Kuasa hukum PT Hadji Kalla, Hasman Usman, mengungkapkan fakta mengejutkan tentang pelaksanaan eksekusi. Menurutnya, eksekusi justru dipimpin langsung oleh perwakilan Lippo Grup, Indra Yuwana, yang didampingi perwira tinggi TNI.

"Tidak mengherankan jika Indra Yuwana dari Lippo memimpin langsung eksekusi di lapangan," jelas Hasman dalam konferensi pers di Makassar. Bukti foto yang ditunjukkan memperkuat klaim kehadiran pihak-pihak tersebut di lokasi eksekusi.

Struktur Kepemilikan PT GMTD

Pihak JK mengungkap keterkaitan kepemilikan antara PT GMTD dengan Lippo Grup. Melalui PT Makassar Permata Sulawesi (MPS) yang sepenuhnya dimiliki Lippo, kelompok bisnis pimpinan James Riady ini disebut menguasai 32,5% saham PT GMTD.

Namun, James Riady membantah keterlibatan Lippo dalam sengketa tanah ini. "Tanah itu bukan punya Lippo. Jadi enggak ada kaitannya dengan Lippo," sanggah James. Ia menegaskan Lippo hanya sebagai salah satu pemegang saham di perusahaan terbuka PT GMTD.

Polemik sengketa lahan Makassar ini terus berkembang dengan klaim dan bantahan dari berbagai pihak, menunggu penyelesaian hukum yang lebih jelas.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar