Di sisi lain, PM Albanese menyambut perjanjian ini sebagai sebuah langkah bersejarah. Ia menekankan bahwa kerja sama ini merupakan penguatan dari kemitraan pertahanan yang telah lama dibangun antara Canberra dan Jakarta.
Bentuk Komitmen Keamanan yang Diperkuat
Melalui perjanjian baru ini, komitmen kedua negara diperkuat dengan mekanisme yang lebih terstruktur. Australia dan Indonesia berkomitmen untuk menyelenggarakan konsultasi rutin di tingkat pemimpin dan tingkat menteri.
Konsultasi ini akan membahas berbagai isu keamanan strategis. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan melaksanakan kegiatan keamanan yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Sebagai bagian dari komitmen, jika salah satu atau kedua negara menghadapi ancaman, maka mekanisme konsultasi akan segera diaktifkan. Kedua pihak akan mempertimbangkan langkah-langkah yang diperlukan, baik secara individu maupun bersama-sama, untuk merespons ancaman tersebut secara efektif.
Artikel Terkait
Proyek Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Picu Kemacetan, Diklaim Bukan Sekadar Tambal Sulam
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis
Jadwal Musda Golkar Sulsel Tunggu Kepastian dari Pusat
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar