Indonesia Hadapi Tantangan Kekurangan Dokter, Ini Upaya Pemerintah
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti isu kekurangan tenaga medis di Indonesia. Permasalahan ini mencakup kurangnya jumlah dokter umum, dokter gigi, serta berbagai jenis dokter spesialis.
Pemerataan tenaga kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah. Kementerian Kesehatan saat ini aktif mengembangkan berbagai program strategis untuk menambah dan mendistribusikan sumber daya manusia kesehatan ke seluruh penjuru negeri.
Dokter Gigi dan Spesialis Jadi Prioritas
Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa kekurangan tenaga medis paling besar terjadi pada posisi dokter gigi, dokter umum, dan dokter-dokter spesialis. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 di Kantor Kemenkes.
Meski mengakui adanya kekurangan, Menkes tidak merincikan secara detail angka pasti kekurangan dokter tersebut.
Upaya Pemerataan Tenaga Kesehatan
Pemerintah terus berupaya memperbaiki distribusi tenaga kesehatan. Saat ini, capaian menunjukkan bahwa 64 persen Puskesmas telah memiliki tenaga kesehatan yang memenuhi standar. Sementara itu, 74 persen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) telah dilengkapi dengan tujuh dokter spesialis dasar.
Berbagai kebijakan telah diterapkan untuk mendorong pemerataan ini. Salah satu strategi kunci adalah pemberian beasiswa pendidikan untuk program kedokteran dan program spesialis.
Strategi Penguatan Tenaga Medis
Kementerian Kesehatan telah menjalankan beberapa inisiatif penting, antara lain:
- Pengadaan Aparatur Sipil Negara (ASN) secara khusus untuk sektor kesehatan.
- Penugasan khusus bagi dokter dan dokter spesialis di daerah yang membutuhkan.
- Pemberian ribuan beasiswa untuk pendidikan tenaga kesehatan dan tenaga medis, termasuk untuk dokter dan dokter spesialis.
Transformasi Teknologi Kesehatan
Selain fokus pada peningkatan jumlah tenaga medis, Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya modernisasi alat-alat medis. Transformasi teknologi kesehatan dinilai sebagai komponen kunci untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang merata ke seluruh wilayah Indonesia dengan biaya yang tetap terjangkau.
Dengan kombinasi penambahan tenaga medis dan peningkatan teknologi, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat semakin membaik.
Artikel Terkait
Hugo Ekitike Buka Hati: Ramadan Sebagai Momen Refleksi dan Penguatan Mental
Salat Tarawih 3 Jam per Malam, Tradisi Unik Ramadan di Masjid Cirebon
Gavi Dinyatakan Fit, Barcelona Siapkan Pemain untuk Laga Penentu
Pekerja Gudang di Serang Tewas Tertimpa Tumpukan Kaca