Revisi UU PSDK Diperkuat: Perlindungan Korban Jadi Prioritas Utama

- Selasa, 11 November 2025 | 19:18 WIB
Revisi UU PSDK Diperkuat: Perlindungan Korban Jadi Prioritas Utama

Revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban (PSDK) Diperkuat untuk Lebih Berpihak pada Korban

Komisi XIII DPR RI telah menyelesaikan penyusunan Revisi Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban. Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya, menegaskan bahwa RUU PSDK ini dirancang untuk memperkuat sistem perlindungan dengan pendekatan yang lebih berpusat pada korban.

Dalam rapat pleno bersama Badan Legislasi DPR, Willy menjelaskan tentang singkatan resmi dari rancangan undang-undang ini. Nama "Perlindungan Saksi dan Korban" secara resmi disingkat menjadi PSDK. Penambahan huruf 'D' dalam singkatan tersebut dimaksudkan untuk kejelasan bahasa dan menghindari penyelewengan makna.

Proses penyusunan RUU ini dilakukan melalui mekanisme partisipasi bermakna atau meaningful participation. Komisi XIII telah melibatkan berbagai pemangku kepentingan kunci, termasuk lembaga penegak hukum seperti kepolisian dan kejaksaan, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), akademisi, dan para pakar hukum melalui rapat dengar pendapat umum untuk mendapatkan masukan yang komprehensif.

Willy menekankan bahwa revisi UU Perlindungan Saksi dan Korban memiliki urgensi paradigmatik. Perubahan ini menempatkan korban sebagai pusat perhatian dalam sistem hukum pidana modern, menggeser fokus yang selama ini terlalu berpusat pada pelaku. Ia mengilustrasikan bahwa korban seringkali berada dalam posisi yang sangat rentan, bagai "jatuh tertimpa tangga".

Revisi terhadap Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 ini dilakukan secara menyeluruh karena lebih dari lima puluh persen pasalnya mengalami perubahan. Kehadiran negara dalam memberikan perlindungan nyata kepada korban melalui lembaga seperti LPSK menjadi prinsip utama dalam rancangan undang-undang yang baru.

Inisiatif legislasi ini menandai perubahan paradigma penting dalam sistem peradilan pidana Indonesia, menegaskan komitmen untuk membangun sistem hukum yang tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga memulihkan dan melindungi hak-hak korban secara optimal.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar