Tingkat Pengangguran DKI Jakarta Capai 338 Ribu Orang, Forum Buruh Desak Kadisnakertransgi Bertindak

- Senin, 10 November 2025 | 16:50 WIB
Tingkat Pengangguran DKI Jakarta Capai 338 Ribu Orang, Forum Buruh Desak Kadisnakertransgi Bertindak

Forum Buruh Kawasan Desak Kadisnakertransgi DKI Atasi Pengangguran Jakarta

Forum Buruh Kawasan Pulogadung mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, dan Energi, Syaripudin, untuk segera mengambil langkah strategis mengatasi masalah pengangguran tinggi di Jakarta. Data terbaru menunjukkan 330 ribu orang dari total 5,46 juta angkatan kerja di DKI Jakarta masih berstatus pengangguran.

Data Statistik Pengangguran DKI Jakarta 2025

Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik DKI Jakarta pada Agustus 2025, angka pengangguran di Provinsi DKI Jakarta mencapai 338 ribu orang. Koordinator Forum Buruh Kawasan Pulogadung, Hilman Firmansyah, menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai kondisi ketenagakerjaan ini dalam keterangan persnya.

Jumlah penduduk usia kerja di Jakarta tercatat sebanyak 8,43 juta orang, mengalami peningkatan 65.800 orang dibandingkan periode sama tahun 2024. Komposisi ini terdiri dari angkatan kerja sebanyak 5,46 juta orang dan bukan angkatan kerja sebanyak 2,97 juta orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka di Jakarta

Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi DKI Jakarta mencapai 6,05 persen menurut Sakernas Agustus 2025. Angka ini mengindikasikan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar enam orang yang menganggur.

Berdasarkan jenis kelamin, Tingkat Pengangguran Terbuka laki-laki mencapai 6,21 persen, sementara TPT perempuan sebesar 5,79 persen.

Analisis Pengangguran Berdasarkan Pendidikan

Pola Tingkat Pengangguran Terbuka tahun 2025 menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan Agustus 2024. Pada Agustus 2025, TPT tamatan SMA umum menjadi yang tertinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya dengan angka 7,18 persen. Sebaliknya, TPT terendah terjadi pada tamatan SD ke bawah sebesar 2,83 persen.

Sementara pada periode Agustus 2024, TPT tertinggi justru terjadi pada tamatan SMA kejuruan dan terendah pada tamatan SMP.

Data Nasional dan Karakteristik Pengangguran

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional Agustus 2025, jumlah pekerja yang menjadi korban PHK tercatat sebanyak 58.000 orang dari total pengangguran nasional.

Secara nasional, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 218,17 juta orang, meningkat 2,80 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 154 juta orang masuk kategori angkatan kerja, bertambah 1,89 juta orang dari Agustus 2024.

Dari total angkatan kerja nasional sebanyak 146,54 juta orang bekerja, dengan rincian 98,65 juta bekerja penuh, 36,29 juta bekerja paruh waktu, dan 11,60 juta tergolong setengah pengangguran.

BPS juga mengelompokkan pengangguran berdasarkan karakteristik khusus. Sebanyak 9,07 persen adalah mereka yang sudah diterima bekerja namun belum mulai bekerja, 14,58 persen merupakan lulusan baru atau fresh graduate, 31,08 persen tergolong pengangguran jangka panjang yang mencari kerja lebih dari setahun, 13,29 persen adalah pencari kerja baru non-fresh graduate, dan 30,53 persen merupakan individu yang pernah bekerja namun kini menganggur.

Forum Buruh Kawasan Pulogadung menekankan pentingnya langkah cepat dari Kadisnakertransgi DKI Jakarta untuk mengatasi tingginya pengangguran di Jakarta dengan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya melalui kolaborasi dengan stakeholder dunia usaha. Peningkatan keterampilan para pencari kerja juga menjadi poin krusial dalam upaya penurunan angka pengangguran di ibu kota.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar