Pendidikan Kedokteran di Surabaya Tembus 112 Tahun: Jejak Historis dari NIAS hingga FK Unair
Pendidikan kedokteran di Surabaya telah mencapai usia 112 tahun, menandai perjalanan panjang sejak berdirinya Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) pada tahun 1913. Lembaga pendidikan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) seperti yang dikenal masyarakat saat ini.
Sejarah Awal Universitas Airlangga dan Peran Pendidikan Kedokteran
Rektor Unair Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin mengungkapkan bahwa awal mula Universitas Airlangga dibentuk dari tiga fakultas utama. "Pembentuk Universitas Airlangga berasal dari tiga fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Hukum," jelasnya dalam acara parade defile Dies Natalis ke-71 Unair dan ke-112 Pendidikan Kedokteran di Surabaya.
Lebih lanjut Rektor Unair menegaskan hubungan historis antara NIAS dengan pendidikan kedokteran di Surabaya. "Fakultas Kedokteran dimulai dengan nama kolonial Belanda NIAS yang didirikan tahun 1913. Inilah yang kita rayakan sebagai Dies Natalis Pendidikan Kedokteran di Surabaya ke-112," tambah Prof. Madyan.
Pesan Penting di Usia 112 Tahun Pendidikan Kedokteran Surabaya
Dekan FK Unair Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., SpOG., Subsp. Urogin-RE menyampaikan pesan mendalam pada peringatan 112 tahun pendidikan kedokteran di Surabaya. Dekan perempuan pertama FK Unair ini menekankan bahwa ilmu kedokteran adalah bidang yang terus berkembang dinamis.
"Perkembangan ilmu kedokteran berlangsung sangat pesat. Kami selalu menekankan kepada dokter-dokter baru untuk tidak pernah berhenti belajar," tegas Prof. Eighty.
Momen Silaturahmi dan Update Ilmu bagi Alumni Kedokteran
Dies Natalis pendidikan kedokteran tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum penting untuk pertukaran ilmu. Prof. Eighty menambahkan bahwa pertemuan dengan para alumni menjadi kesempatan berharga untuk berbagi perkembangan terbaru dunia kedokteran.
"Berbagi ilmu dengan para alumni sangat penting agar mereka tidak ketinggalan zaman. Semua pihak harus terus berkembang dan memandang ke depan," pungkas Dekan FK Unair tersebut.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Korupsi di PN Depok Cerminkan Kerentanan Sistemik Peradilan
Unhas Gelar Dialog PSM, Bahas Peran Klub sebagai Warisan Budaya dan Strategi Ekosistem Sepak Bola
Anggota DPR Imbau Beri Kesempatan Adies Kadir Buktikan Kinerja di MK
Ketua Komisi III DPR Desak Penanganan Adil Kasus Pembunuhan Ayah di Pariaman