Kapolri Ungkap Motif Ledakan SMAN 72 Jakarta: Diduga Terpapar Konten Radikal
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pihak Kepolisian sedang mendalami motif di balik ledakan yang terjadi di SMAN 72, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11). Penyidikan difokuskan pada kemungkinan terduga pelaku terpapar paham tertentu atau konten radikal.
“Ya, tentunya itu juga menjadi bagian yang kita dalami apakah dia ikut paham tertentu, apakah terpapar suatu konten,” ujar Sigit saat ditemui usai membesuk korban di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, pada Sabtu (8/11).
Kapolri menambahkan, “Ataukah mungkin juga hal-hal yang membuat dia tertarik, dan juga kaitannya dengan apa yang menjadi alasan untuk melakukan itu. Semuanya sedang didalami.”
Ditegaskannya bahwa terduga pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta adalah salah satu siswa yang bersekolah di sana. Saat ini, kondisi terduga pelaku dilaporkan semakin membaik setelah sempat menjalani operasi akibat luka berat yang dideritanya.
Temuan Tulisan Bernada Radikal dan Neo-Nazi di Senjata Mainan
Dalam penyelidikan, polisi menemukan sejumlah tulisan bernada radikal pada senjata mainan yang dibawa terduga pelaku. Salah satu tulisan yang mencolok adalah ‘14 Words’, sebuah semboyan yang dikenal dalam gerakan supremasi kulit putih.
Slogan ‘14 Words’ berbunyi: “Kita harus mengamankan keberadaan orang-orang kita dan masa depan untuk anak-anak kulit putih.” Frasa ini diciptakan oleh David Lane, seorang teroris dan rasis Amerika yang merupakan anggota kelompok The Order.
Selain itu, terdapat pula beberapa nama yang dikaitkan dengan gerakan Neo-Nazi pada senjata mainan tersebut, di antaranya:
- Brenton Tarrant: Pelaku penembakan Masjid Christchurch di Selandia Baru pada 2019. Ia dikenal sebagai supremasi kulit putih dan teroris sayap kanan.
- Alexander Bissonnette: Pelaku penembakan di sebuah masjid di Quebec, Kanada, pada 2017 yang menewaskan enam orang.
- Luca Traini: Seorang penganut ideologi ekstrem kanan dari Italia.
Penemuan tulisan dan simbol-simbol ini memperkuat dugaan bahwa terduga pelaku terpapar oleh konten dan paham radikal yang beredar secara global.
Artikel Terkait
BPS Proyeksikan Produksi Beras Nasional Naik 15,79% pada Awal 2026
Makassar Waspada Hujan Ringan Sepanjang Hari, Sejumlah Daerah di Sulsel Berpotensi Hujan Sedang
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Suap Percepatan Eksekusi Lahan
Australia dan Indonesia Sepakati Traktat Keamanan Bersama Usai Pertemuan Albanese-Prabowo