Analisis Defisit APBN: Ancaman Pemotongan Subsidi dan Kenaikan Pajak?
Pakar ekonomi Awalil Rizky memberikan kritik tajam terhadap kondisi keuangan negara dengan menyebut situasi "kegedhen empyak kurang cagak". Pernyataan ini muncul di tengah catatan defisit anggaran yang membengkak.
Fakta Defisit Anggaran yang Mengkhawatirkan
Hingga pertengahan 2025, defisit APBN telah mencapai Rp 371,5 Triliun. Prediksi para ahli menunjukkan tren defisit ini berpotensi berlanjut di tahun-tahun mendatang, memunculkan pertanyaan serius tentang sumber pendanaan program pemerintah.
Dilema Sumber Pendanaan Negara
Beberapa opsi pendanaan yang sering diwacanakan menghadapi tantangan nyata. Penggunaan uang sitaan koruptor terbentur aturan hukum yang ketat dan kapasitas penerimaan yang terbatas setiap tahunnya. Sementara itu, penambahan utang baru justru akan menjadi beban bagi rakyat.
Artikel Terkait
Pemerintah Perpanjang Batas Lapor SPT Tahunan hingga 30 April 2026
Amran Serukan Kolaborasi Saudagar Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Puncak Arus Balik Lebaran, Penumpang Bandara Tembus 583 Ribu Orang
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Berpotensi Banjir dan Longsor di Sulsel Tiga Hari ke Depan