Di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu lalu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berbicara kepada awak media. Topiknya jelas: banjir dan longsor yang menerjang tiga provinsi di Sumatera. Cuaca memang sedang tidak bersahabat, dan situasi di lapangan terbilang berat.
Namun begitu, Prasetyo menekankan satu hal. Bagi pemerintah, fokus utama saat ini bukanlah soal status bencana. Yang jauh lebih krusial adalah pemulihan dan penanganan korban. "Berulang kali penjelasan ini diberikan," katanya, dengan nada yang tegas namun tenang.
“Yang paling penting adalah penanganannya.”
Ia melanjutkan, sejak hari pertama bencana terjadi, bantuan langsung dikerahkan. Tim dan logistik diterjunkan tanpa menunggu waktu lama. Soal wacana menaikkan status menjadi bencana nasional, menurutnya, perlu pertimbangan yang matang. Bukan perkara sederhana.
“Paling penting bukan masalah statusnya, tapi sekali lagi adalah masalah penanganannya. Kemudian support atau back up dari pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah.”
Di sisi lain, Prasetyo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sudah memberi instruksi khusus. Seluruh jajaran terkait diminta turun langsung ke lokasi untuk menangani bencana ekologis ini. Kabar baiknya, stok bantuan untuk daerah terdampak masih dinyatakan cukup.
“Dari sisi pangan, alhamdulillah kita punya stok yang cukup,” ujarnya. Ia juga menyebut koordinasi intensif dengan Pertamina untuk memastikan pasokan BBM bisa segera didistribusikan ke seluruh wilayah yang membutuhkan. Upaya itu terus digenjot, mengingat akses transportasi yang menjadi kunci.
Nampaknya, kerja-kerja di lapangan masih akan berlangsung lama. Tantangannya nyata, tapi pemerintah memastikan bantuan terus mengalir.
Artikel Terkait
Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen Usai Kalahkan Newcastle 1-0 Berkat Gol Cepat Eze
Tim SAR Makassar Cari Perempuan 51 Tahun yang Tersesat di Hutan Palopo
Barcelona Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Taklukkan Getafe 2-0
Wamen Pertanian Dorong Investasi Peternakan Sapi Perah dan Pedaging di Wonosobo untuk Tekan Impor Susu