Zohran Mamdani Terpilih: Komunitas Yahudi New York Ancam Eksodus, Ini Penyebabnya

- Kamis, 06 November 2025 | 05:40 WIB
Zohran Mamdani Terpilih: Komunitas Yahudi New York Ancam Eksodus, Ini Penyebabnya

Zohran Mamdani Terpilih sebagai Wali Kota Muslim Pertama New York

Komunitas Yahudi di New York mengancam akan meninggalkan kota tersebut menyusul kemenangan Zohran Mamdani dalam pemilihan Wali Kota New York. Konsul Jenderal Israel di New York, Ofir Akunis, mengungkapkan kekhawatiran ini menjelang pemilihan yang digelar pada Selasa, 4 November 2025.

Ancaman Eksodus Komunitas Yahudi dari New York

Ofir Akunis menyatakan kepada Ynet bahwa banyak warga Yahudi mempertimbangkan menjual properti mereka dan pindah ke Florida atau melakukan aliyah ke Israel jika Mamdani terpilih. Pernyataan ini mencerminkan ketegangan yang dirasakan komunitas Yahudi dan Israel di New York.

Profil Zohran Mamdani: Wali Kota Muslim Pertama New York

Zohran Mamdani dari Partai Demokrat berhasil menciptakan sejarah dengan menjadi Wali Kota Muslim pertama New York City. Ia mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo yang mendapat dukungan dari Donald Trump, Elon Musk, dan Israel, serta kandidat Republik Curtis Sliwa.

Kebijakan Kontroversial Mamdani yang Mengkhawatirkan Israel

Akunis mengkritik keras pandangan politik Mamdani mengenai Israel dan Palestina. Ia menegaskan bahwa Mamdani tidak pernah mengecam seruan untuk intifada global dan berencana memotong anggaran kepolisian, yang menurutnya dapat berdampak negatif bagi keamanan komunitas Yahudi di New York.

Dampak Kemenangan Mamdani terhadap Hubungan AS-Israel

Kemenangan Mamdani disebut-sebut sebagai kekalahan telak bagi Israel. Mamdani bahkan menyatakan akan menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu jika berkunjung ke New York, menyusul vonis ICC sebagai penjahat perang terhadap Netanyahu.

Respons Israel terhadap Kemenangan Mamdani

Ketika ditanya apakah akan bertemu dengan Mamdani sebagai wali kota, Akunis menyatakan akan melakukan konsultasi dengan Kementerian Luar Negeri Israel terlebih dahulu sebelum memutuskan sikap resmi pemerintah Israel.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar