Kisah Haru Zulfa, Siswi MTs di Garut Jualan Sambil Gendong Adik Down Syndrome untuk Biaya Pengobatan

- Selasa, 04 November 2025 | 12:00 WIB
Kisah Haru Zulfa, Siswi MTs di Garut Jualan Sambil Gendong Adik Down Syndrome untuk Biaya Pengobatan

Kisah Haru Zulfa, Siswi MTs di Garut Jualan Sambil Gendong Adik Down Syndrome

Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Irsyad Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, seorang siswi bernama Zulfatunnisa Qaulani Ma'ruf menjadi perhatian karena aksinya yang luar biasa. Setiap pagi, gadis kelas 7 ini datang ke sekolah sambil menggendong adiknya yang mengidap down syndrome, Zyandra Al Syazani Maruf.

Viral di Media Sosial

Aksi Zulfa yang menggendong adiknya sambil mencatat pelajaran dan berjualan makanan ringan di area sekolah telah viral di media sosial. Video tersebut berhasil menyentuh hati ribuan warganet yang mengapresiasi perjuangannya.

Berjualan untuk Biaya Pengobatan Adik

Uang hasil jualan makanan ringan dan sayuran bukan digunakan untuk keperluan pribadi, melainkan untuk membantu biaya pengobatan adiknya. "Jualan karena mau bantuin mamah sama bapak, supaya bisa meringankan dan bantu mengobati dek Zyan," ujar Zulfa dengan suara lirih.

Rutinitas Harian Penuh Perjuangan

Setelah pulang sekolah, Zulfa tetap membantu orang tuanya dengan berkeliling menjajakan sayuran hasil panen ayahnya yang bekerja sebagai buruh tani. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan Rp 10.000 hingga Rp 30.000 dari hasil berjualan.

Alasan Membawa Adik ke Sekolah

Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Zulfa memilih membawa adiknya ke sekolah karena tidak ada yang menjaganya di rumah. "Kalau ditinggal di rumah, enggak ada yang jaga. Jadi ya saya bawa aja ke sekolah," jelasnya.

Dukungan dari Sekolah

Kepala MTs Al-Irsyad, Reni Sari Anggraeni, mengungkapkan pihak sekolah mendukung kegiatan Zulfa selama tidak mengganggu proses belajar mengajar. "Nak Zulfa itu anaknya rajin, sopan, dan pintar secara akademik," puji Reni.

Zulfa tidak setiap hari membawa adiknya ke sekolah, biasanya dua hingga tiga kali dalam seminggu. Meski hidup penuh perjuangan, ia tidak merasa malu dan justru bercita-cita untuk memperluas usahanya dalam berjualan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar