Toko Jas Goldy Yogyakarta: Raih 10.000 Penjualan Per Bulan dan Ekspansi Pasar Internasional
Di tengah persaingan bisnis fashion online yang semakin ketat, Toko Jas Goldy berhasil menembus pasar internasional dengan prestasi luar biasa. UMKM lokal asal Yogyakarta ini mampu menjual sekitar 10.000 jas setiap bulan, dengan 85% transaksi berasal dari kanal online.
Kisah Sukses dari Jogja ke Seluruh Indonesia
"Dari Jogja, kami bisa menjual 10.000 jas per minggu. Banyak artis FTV dan penyanyi yang membeli jas di sini," ungkap pemilik Toko Jas Goldy, Enggal Sri Wahyuni. Toko ini telah menjadi pilihan selebritas ternama Indonesia seperti Brisia Jodie, Erwin Cortez, dan Indra Bekti.
Perjalanan dari Dropship ke Pusat Produksi
Berdiri sejak 2017, Toko Jas Goldy memulai bisnis dengan sistem dropship dengan hanya mengunggah foto produk orang lain di marketplace. Kini, toko yang berlokasi di Jl. Lowanu, Kemantren Mergangsan, Kota Yogyakarta ini telah berkembang menjadi pusat produksi dengan sekitar 50 penjahit dan 4 tukang potong yang bekerja dengan sistem home production.
Dominasi Penjualan Online dan Permintaan Reseller
"Untuk penjualan online, kita mencapai 85% dari total penjualan. Selebihnya dari offline dan reseller," jelas Enggal. Permintaan dari reseller juga sangat tinggi, mencapai ratusan jas per minggu, sehingga produksi seringkali kewalahan memenuhi permintaan ready stock.
Harga Terjangkau dengan Kualitas Premium
Toko Jas Goldy terkenal dengan produk jas berkualitas namun dengan harga yang terjangkau. Satu set jas dibanderol mulai Rp200.000-Rp300.000, sedangkan paket lengkap jas, celana, dan rompi dijual mulai Rp395.000-Rp600.000.
Favorit Calon Pengantin dan Selebritas
Selain menjadi langganan selebritas, Toko Jas Goldy juga populer di kalangan calon pengantin. "Banyak yang memilih membeli daripada menyewa karena dengan harga sewa yang sama, mereka bisa memiliki jasnya untuk disimpan sebagai kenangan," tutur Enggal.
Sistem Home Production yang Mensejahterakan
Produksi jas juga dilakukan di Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, dengan sistem home production. Sistem ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan pekerja. Salah satu tukang potong kain yang awalnya datang ke Jogja tanpa membawa apa-apa, kini sudah bisa membeli rumah dan mobil, serta memboyong keluarganya ke Jogja.
"Sekali memotong, per minggu saja bisa mendapatkan empat juta rupiah. Dulunya keluarganya di Cilacap, sekarang sudah bisa mencicil rumah dan DP mobil," pungkas Enggal.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Modus Rekayasa Sistem Bea Cukai untuk Loloskan Barang Ilegal
KPK Tetapkan Enam Tersangka OTT Bea Cukai, Satu Buron dan Bukti Rp40,5 Miliar Disita
Anggota DPR Dorong Kajian Ulang Label Halal Whip Pink Atas Kekhawatiran Penyalahgunaan
Gempa Megathrust Magnitudo 6,2 Guncang Pacitan, Satu Rumah Ambruk