Festival Sungai Cipinang 2025: Upaya Pemulihan Ekosistem DAS Cipinang
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (LH/BPLH) menggelar Festival Sungai Cipinang 2025 sebagai bagian dari program pemulihan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipinang. Festival ini mendapat dukungan penuh dari MIND ID dan Anggota Grup dalam upaya mewujudkan kelestarian alam di Jakarta.
Rangkaian Kegiatan Festival Sungai Cipinang 2025
Berbagai aktivitas lingkungan digelar dalam festival ini, meliputi penanaman pohon di area Waduk Dukuh I, pengerukan sedimen di segmen 3 Kelurahan Dukuh, pelepasan ikan secara simbolis, bazar UMKM, dan kegiatan memancing bersama komunitas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sungai.
Pentingnya Menjaga Kebersihan Sungai Cipinang
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menekankan bahwa Sungai Cipinang memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan masyarakat. "Sungai adalah sumber kehidupan, dan kita harus jaga airnya untuk tetap bersih. Kita butuh sungai untuk hidup dan menjamin kesejahteraan hidup kita," ujar Diaz dalam keterangannya.
Manfaat Penanaman Pohon bagi Lingkungan
Diaz juga mengajak masyarakat aktif menanam pohon di sekitar sungai dan permukiman. Satu pohon mampu memproduksi oksigen antara 1-50 kilogram per hari, sementara kebutuhan oksigen manusia mencapai 0,8-1 kilogram per hari. "Intinya kita hidup butuh 1 pohon. Jadi sepanjang hidup kita, kalau memungkinkan kita harus bisa tanam dan tanam banyak pohon," tegasnya.
Komitmen MIND ID dalam Konservasi Sungai
Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menyatakan sungai memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat dan industri pertambangan Indonesia. "MIND ID akan terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan sungai yang bersih, sehat, dan menjadi penopang kehidupan di masa depan," tutur Pria.
Kondisi Sungai Cipinang Saat Ini
Sungai Cipinang yang membentang sepanjang 30,4 kilometer dari Situ Jatijajar, Depok, hingga Banjir Kanal Timur Jakarta Timur menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari 1,2 juta jiwa. Sayangnya, meningkatnya aktivitas penduduk membuat sungai ini masuk dalam kategori tercemar berat. Pemerintah pun menetapkan Sungai Cipinang sebagai pilot project pengelolaan sungai berbasis masyarakat.
Artikel Terkait
Anggota DPR Dorong Kajian Ulang Label Halal Whip Pink Atas Kekhawatiran Penyalahgunaan
Gempa Megathrust Magnitudo 6,2 Guncang Pacitan, Satu Rumah Ambruk
PSM Makassar Dihukum Denda Rp60 Juta, Tapi Bebas Sanksi Transfer FIFA
KPK Tangkap Hakim PN Depok dalam OTT, Uang Ratusan Juta Diamankan