Tanda-tanda Sebelum Bunuh Dirinya Bagindo Efan, Siswa SMP di Sawahlunto
Bagindo Efan, seorang siswa berusia 15 tahun kelas IX SMP Negeri 7 Sawahlunto, Sumatera Barat, menunjukkan perilaku tidak biasa sebelum ditemukan meninggal karena bunuh diri di dalam kelas pada Selasa, 28 Oktober.
Kebiasaan Pulang yang Berubah
Biasanya, Bagindo langsung pulang ke rumah setelah jam pelajaran usai. Namun, pada Sabtu, 25 Oktober, ia terlihat tidak langsung pulang. Ia malah tidur-tiduran di bangku panjang warung depan sekolah milik Mak Eli (70 tahun).
Pertanyaan dan Keanehan Terakhir
Keanehan berlanjut pada Senin, 27 Oktober, sehari sebelum insiden. Bagindo masih berada di warung hingga waktu Ashar. "Saya tanya, 'Kenapa enggak pulang? Enggak ada uang?'," kenang Eli. Ia menggambarkan Bagindo hanya terdiam dan bengong. Eli kemudian memberinya ongkos pulang sebesar Rp 2.000.
Kejutan dan Penemuan Tragis
Eli mengaku sangat terkejut ketika mendengar kabar bahwa Bagindo ditemukan tewas bunuh diri dengan cara gantung diri di dalam kelas. Bagindo menggunakan dua dasi milik sahabat karibnya, Luthfi Aprilio (14), yang disambung menjadi satu.
Percakapan Mengkhawatirkan Sehari Sebelumnya
Sehari sebelum tragedi, yaitu pada Minggu (26/10), Bagindo bersama Luthfi dan teman mereka, Fiky Ramandha (14), bermain ke rumah Fiky. Ketiganya adalah teman dekat yang sering pulang sekolah bersama dengan berboncengan tiga di motor Honda Supra X tua milik Luthfi.
Dalam pertemuan itu, terjadi percakapan yang kemudian menjadi sangat berarti. Bagindo mengeluarkan ucapan, "Sudah capek hidup." Yang lebih mengkhawatirkan, ucapan itu disertai dengan aksi mempraktikkan melilitkan dasi ke lehernya.
Konteks Candaan yang Menyesatkan
Namun, karena konteksnya saat itu adalah bercanda, baik Luthfi maupun Fiky tidak menaruh curiga atau menganggapnya sebagai sebuah ancaman serius. Mereka sama sekali tidak menduga bahwa teman mereka akan benar-benar mengakhiri hidupnya keesokan harinya.
Artikel Terkait
Victor Dethan Resmi Gabung Persija, Target Akhiri Puasa Gelar
MUI Tegaskan Penolakan terhadap LGBT demi Jaga Moral dan Generasi
Survei Litbang Kompas: Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen
Ribuan Warga Padati Bundaran HI Rayakan HUT ke-499 Jakarta