Menurut analisis Mustari, sejak awal pemerintah terlalu tergesa-gesa menjadikan Whoosh sebagai legacy project tanpa menyiapkan tata kelola yang kokoh. "Kereta cepat ini seolah jadi simbol prestise, bukan efisiensi," tambahnya.
KPK dan Kejaksaan Diminta Buka Dokumen Kontrak Whoosh
Mustari mendesak lembaga penegak hukum turun tangan secara independen untuk mengungkap potensi penyimpangan. "KPK dan Kejaksaan harus berani membuka semua dokumen kontrak, proses pembiayaan, serta relasi antara BUMN dan perusahaan asing," ujarnya.
Kritik Tarif Mahal dan Dampak Ekonomi Whoosh
Sejak diluncurkan Oktober 2023, Kereta Cepat Whoosh menghadapi kritik terkait tarif yang dianggap terlalu mahal, konektivitas antarkota yang belum efisien, serta minimnya dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar jalur proyek.
Pelajaran Penting Transparansi Infrastruktur Indonesia
Kasus Whoosh membuka diskusi mengenai transparansi proyek infrastruktur di Indonesia. Pemerintahan baru diharapkan menjadikan proyek ini sebagai pelajaran penting tentang akuntabilitas publik dan batas tegas antara kepentingan politik dan ekonomi negara.
"Whoosh adalah simbol kemajuan, tapi juga pengingat bahwa kemajuan harus disertai kejujuran dan tanggung jawab," tutup Mustari SBK.
Artikel Terkait
Sporting CP Balas Kekalahan 0-3 dengan Kemenangan Telak 5-0 ke Perempat Final Liga Champions
Fenerbahce Hajar Gaziantep 4-1, Kokohkan Posisi Puncak Klasemen
Jadwal Imsak Jogja Hari Ini Pukul 04.18 WIB, Disusul Azan Subuh 10 Menit Kemudian
Chelsea Terancam Tersingkir, Wajib Menang Besar atas PSG di Liga Champions